Eranusanews.com, Batam – Situasi di Pulau Rempang masih belum menemukan solusi antara pihak perusahaan PT. Mega Elok Graha (MEG) setelah insiden beberapa waktu lalu. Salah satu tokoh pemuda Melayu angkat bicara mengenai konflik ini. “Kami meminta pihak perusahaan untuk tidak lagi memberi ruang bagi intimidasi terhadap warga Pulau Rempang,” tegasnya.
Doni Alamsyah, Ketua Gerakan Mahasiswa Melayu Kepulauan Riau, sangat menyayangkan kejadian ini. “Kami ingin perusahaan mengedepankan pendekatan yang lebih humanis kepada masyarakat Pulau Rempang. Peristiwa yang terjadi beberapa hari lalu adalah tindakan yang tidak manusiawi,” tambah Doni saat dijumpai pada Kamis, 26 Desember 2024. Peristiwa kekerasan tersebut mengakibatkan beberapa warga mengalami luka-luka.
Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City diproyeksikan dengan nilai investasi mencapai Rp 381 triliun. Investasi ini tergolong sangat besar dan diperkirakan akan menyerap 306 ribu tenaga kerja. Hal ini tentu akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di Kota Batam dan Provinsi Kepulauan Riau, yang saat ini masih menjadi masalah serius bagi pemerintah.
Proyek Strategis Nasional (PSN) Rempang Eco City terus menjadi sorotan publik, baik di tingkat daerah maupun nasional, karena masih ada konflik antara masyarakat dan pihak perusahaan PT. MEG. (Red)







