Tragis! Bayi Perempuan Ditinggalkan di Pelangiran, Polisi Masih Selidiki Pelaku

Eranusanews.com, Indragiri Hilir Warga Desa Tagagiri Tama Jaya, Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, dikejutkan oleh penemuan seorang bayi perempuan yang baru dilahirkan pada Rabu, 2 April 2025 sekitar pukul 04.00 WIB. Bayi malang tersebut ditemukan terbungkus handuk di teras rumah Sdr. Sahroni, seorang ASN yang terkejut saat mendengar tangisan bayi dari arah depan rumahnya.

Menurut kesaksian Sdr. Sahroni, dirinya tengah menonton televisi ketika suara tangisan bayi terdengar. Penasaran, ia mengintip dari jendela dan mendapati bayi perempuan dalam kondisi lemah, pusat masih basah dan tampak baru dilahirkan. Ia segera menghubungi pihak Polsek Pelangiran pada pukul 08.00 WIB dan petugas tiba di lokasi sekitar pukul 08.45 WIB untuk melakukan olah TKP dan membawa bayi tersebut ke UPT Puskesmas Pelangiran guna mendapat perawatan medis.

Kapolsek Pelangiran, IPTU Anton Hilman, SH, menyatakan bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. “Kondisi bayi sehat karena langsung dibawa ke puskesmas. Untuk pelaku masih dalam penyelidikan. Jika ada perkembangan, akan kami sampaikan lebih lanjut,” ujar Kapolsek Pelangiran kepada awak media.

Kepala UPT Puskesmas Pelangiran, Meri Trisnawati, S.Kep, menjelaskan bahwa bayi dalam kondisi stabil dan mendapatkan perawatan intensif. “Bayi dalam rawatan tim medis rawat inap/UGD UPT Puskesmas Pelangiran dalam keadaan sehat. Kami akan merawat sampai ada keputusan tentang bayi tersebut. Terkait masalah adopsi itu di luar kapasitas saya sebagai kepala puskesmas. Kami hanya memastikan bayi selalu dalam keadaan sehat dan terawat, selebihnya diserahkan kepada pihak berwenang,” jelasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis sementara, bayi perempuan yang sementara diberi nama “X” memiliki berat badan 2.500 gram, tinggi badan 49 cm, lingkar dada 31 cm, lingkar kepala 32 cm, dan lingkar lengan 9 cm. Bayi dalam kondisi baik dengan hasil pemeriksaan tanda vital normal.

Penemuan bayi ini menjadi sorotan publik karena untuk pertama kalinya kasus pembuangan bayi terjadi di Kecamatan Pelangiran. Warga setempat mendesak agar pelaku segera ditemukan dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya tanggung jawab dalam merawat dan melindungi anak-anak sebagai anugerah yang berharga. Harapan masyarakat agar bayi perempuan “X” mendapatkan keluarga yang dapat memberikan kasih sayang dan masa depan yang lebih baik.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *