Eranusanews.com, Batam, 6 Agustus 2025 — Ketika badai ketidakpastian global dan tekanan tarif internasional mengguncang banyak kawasan, Batam justru menancapkan bendera kemenangan. Pada Triwulan II 2025, realisasi investasi menembus Rp 9,6 triliun, tumbuh 11% dibanding triwulan sebelumnya dan melesat 97% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Sumber pertumbuhan utamanya datang dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencatat rekor Rp 3,88 triliun atau 40,6% dari total investasi. Lebih mengejutkan lagi, angka ini melesat 44% secara kuartalan dan 105% secara tahunan.
“Sejak awal kami diberi mandat Presiden, kami langsung mempercepat birokrasi, memastikan transparansi, dan menjamin investasi memberi dampak riil. Hasilnya, kepercayaan pasar terhadap Batam semakin menguat,” kata Dr. Amsakar Achmad, Kepala BP Batam.
PMDN Ambil Alih Panggung
Peta investasi Batam tengah bertransformasi. Sektor logistik, pengemasan, dan energi bersih yang sebelumnya dikuasai modal asing, kini mulai didominasi pemain nasional. Perusahaan besar hingga UMKM lokal terserap dalam rantai pasok industri strategis.
“Kita sedang menyaksikan perubahan struktur. PMDN bukan lagi figuran, tapi pemeran utama di panggung produksi,” tegas Li Claudia Chandra, Wakil Kepala BP Batam.
Manfaat dari Gejolak Global
Kebijakan tarif baru Amerika Serikat terhadap produk Asia Tenggara memicu gelombang relokasi dan restrukturisasi investasi. Batam, dengan status Free Trade Zone dan ekosistem industri yang terintegrasi, menjadi salah satu magnet terbesar bagi investor global.
“Lonjakan investasi domestik adalah kabar baik, tetapi yang lebih penting adalah memastikan manfaatnya menjangkau usaha lokal dan masyarakat luas,” ujar Prof. Dr. Chablullah Wibisono.
Capaian Semester I: Separuh Target Tercapai
Berdasarkan data LKPM, realisasi investasi Batam pada Semester I 2025 sudah menyentuh Rp 18,18 triliun, atau 49,15% dari target nasional Rp 36,99 triliun.
Namun, versi hitungan BP Batam—yang mencakup modal tetap dan modal lancar dari PMA dan PMDN—menunjukkan angka lebih besar: Rp 33,72 triliun, atau 56,2% dari target Rp 60 triliun. Pertumbuhan ini setara 64,94% dibanding periode yang sama tahun lalu.
“Yang kami laporkan adalah investasi nyata: mesin, bangunan, margin distribusi, jasa pemasangan, hingga berbagai biaya yang benar-benar masuk ke Batam,” jelas Fary Djemy Francis, Deputi Kepala BP Batam Bidang Investasi dan Pengusahaan.
Menuju Puncak 2025
Dengan tren yang mengarah positif, Batam berada di jalur cepat untuk menutup tahun dengan prestasi melebihi target. Kombinasi modal domestik yang menguat, posisi strategis sebagai hub perdagangan, dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika global membuat Batam semakin kokoh sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional.






