Kinerja Pelabuhan Batam Moncer, Arus Peti Kemas dan Penumpang Sama-Sama Melonjak

Berita45 Dilihat

Eranusanews.com, Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Direktorat Pengelolaan Kepelabuhanan kembali mencatatkan kinerja operasional yang impresif pada awal tahun 2026. Tren positif ini memperkuat posisi Batam sebagai salah satu simpul logistik strategis di kawasan.

Berdasarkan data resmi, volume bongkar muat peti kemas pada Triwulan I 2026 mengalami peningkatan signifikan sebesar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angkanya naik dari 166 ribu TEUs menjadi 187 ribu TEUs.

Kontribusi terbesar berasal dari Terminal Peti Kemas Batu Ampar yang menyumbang 128.556 TEUs atau tumbuh 22 persen secara tahunan. Dari sisi aktivitas perdagangan, arus ekspor dan impor masih mendominasi dengan porsi 74 persen dari total pergerakan peti kemas.

Tak hanya itu, kinerja logistik juga ditopang oleh aktivitas bongkar muat general cargo yang mencapai 2,9 juta ton—naik 8 persen dibandingkan 2,6 juta ton pada periode yang sama tahun lalu. Terminal Curah Cair Kabil menjadi kontributor utama dengan volume 1,09 juta ton dan pertumbuhan mencapai 21 persen.

Dari sisi pergerakan kapal, tercatat sebanyak 27.170 kunjungan (call), meningkat 4 persen dibandingkan Triwulan I 2025. Tidak hanya jumlah, kapasitas kapal yang bersandar juga semakin besar, tercermin dari total Gross Tonnage (GT) yang mencapai 19,6 juta GT atau naik 15 persen.

Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menilai capaian ini sebagai indikator semakin kuatnya peran Batam dalam jaringan logistik regional.

“Pertumbuhan sektor logistik ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan terhadap Batam sebagai hub konektivitas. Kami akan terus memperkuat ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi untuk mendukung arus barang, investasi, dan mobilitas secara berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (16/4/2026).

Mobilitas Penumpang Ikut Terkerek

Selain sektor logistik, layanan penumpang juga menunjukkan performa yang tak kalah gemilang. Sepanjang Triwulan I 2026, jumlah penumpang di terminal ferry domestik dan internasional mencapai 2.507.630 orang, meningkat 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rute internasional masih menjadi primadona dengan 1.316.495 penumpang atau tumbuh 11 persen, terutama menuju Singapura dan Malaysia. Sementara itu, penumpang domestik mencatat lonjakan lebih tinggi sebesar 20 persen menjadi 1.191.135 orang.

Dua simpul utama mobilitas tersebut berada di Terminal Ferry Internasional Batam Centre dan Terminal Ferry Domestik Telaga Punggur yang terus menjadi titik tersibuk pergerakan penumpang.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa peningkatan kinerja harus diiringi dengan kualitas layanan yang semakin adaptif, terlebih dengan perluasan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Batam melalui regulasi terbaru.

“Kami terus mendorong layanan yang responsif terhadap kebutuhan pengguna jasa. Dengan dukungan regulasi, kami optimistis integrasi layanan akan semakin kuat dan manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat serta pelaku usaha,” jelasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, Denny Tondano, menekankan pentingnya sinergi antar-stakeholder dalam menjaga tren positif ini.

Ia menyebut, langkah ke depan akan difokuskan pada penguatan digitalisasi layanan, termasuk pengembangan sistem e-ticketing dan integrasi antar terminal guna menciptakan layanan yang lebih cepat, mudah, dan efisien.

“Digitalisasi menjadi kunci untuk meningkatkan kualitas layanan kepelabuhanan secara menyeluruh,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *