Batam Kian Mantap Jadi Magnet Investasi Digital Asia Tenggara, Proyek Data Center Raksasa Mulai Digeber

Berita62 Dilihat

Eranusanews.com, Batam kembali menegaskan eksistensinya sebagai destinasi unggulan investasi digital di kawasan Asia Tenggara. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan sejumlah perjanjian kerja sama strategis antara Badan Pengusahaan Batam, PT PLN Batam, dan PT Digitalland Service One (DayOne), yang berlangsung di Balairung Sari BP Batam, Jumat (17/4/2026).

Momentum ini menjadi penanda dimulainya ekspansi besar infrastruktur digital di Batam, khususnya dalam pengembangan kampus pusat data (data center) hyperscale kedua yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di Indonesia.

Langkah strategis tersebut dikukuhkan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBTL) dengan kapasitas mencapai 511 MVA atau setara 450 megawatt (MW), menjadikannya sebagai pelanggan data center dengan kebutuhan energi terbesar di Tanah Air.

Pasokan listrik ini akan mendukung operasional pusat data milik DayOne yang berlokasi di Kabil Industrial Tech Park (KITP), dengan pengembangan bertahap yang direncanakan berlangsung sepanjang 2026 hingga 2027.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala BP Batam sekaligus Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, CEO DayOne Jamie Khoo, Direktur Utama PLN Batam Kwin Fo, serta jajaran Forkopimda dan pelaku industri di Kota Batam.

Dalam sambutannya, Amsakar Achmad menegaskan bahwa kesiapan infrastruktur, kemudahan regulasi, serta kepastian hukum menjadi faktor kunci dalam menarik minat investor global. Ia menilai integrasi antara ketersediaan lahan, keandalan energi, dan dukungan kelembagaan BP Batam telah menciptakan ekosistem investasi yang kompetitif di tingkat regional.

“BP Batam terus berkomitmen menghadirkan iklim investasi yang kondusif melalui percepatan perizinan dan penyediaan infrastruktur terintegrasi. Masuknya proyek pusat data berskala besar ini menjadi bukti bahwa Batam siap bertransformasi menjadi hub digital dunia,” ujarnya.

Transformasi Menuju Hub Digital Terintegrasi

Ekspansi DayOne di kawasan Kabil menjadi kelanjutan dari keberhasilan proyek sebelumnya di Nongsa Digital Park. Dengan dukungan penuh BP Batam dan PLN Batam, pengembangan ini dirancang sebagai platform berperforma tinggi untuk mendukung komputasi berbasis kecerdasan buatan (AI) serta layanan cloud di kawasan Asia-Pasifik.

CEO DayOne, Jamie Khoo, mengungkapkan bahwa kemudahan administrasi dan dukungan regulasi dari BP Batam menjadi faktor utama dalam keputusan ekspansi perusahaan ke Batam.

Menurutnya, proyek ini merupakan tonggak penting dalam strategi perusahaan untuk membangun ekosistem infrastruktur digital terintegrasi di Asia, termasuk penguatan model SIJORI (Singapura–Johor–Batam) sebagai jaringan pusat data lintas batas pertama di Asia Tenggara.

Tak hanya fokus pada infrastruktur digital, BP Batam juga mendorong penggunaan energi bersih sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) bersama PLN Batam terkait pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan kapasitas lebih dari 200 MWp di wilayah kerja BP Batam.

Inisiatif ini menjadi salah satu proyek energi hijau terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara, sekaligus menjadi daya tarik tambahan bagi investor global yang mengedepankan prinsip keberlanjutan.

Sinergi Dorong Pertumbuhan Ekonomi Digital

Direktur Utama PLN Batam, Kwin Fo, menegaskan bahwa keberhasilan kerja sama ini tidak terlepas dari peran aktif BP Batam dalam menyinergikan regulator dengan penyedia infrastruktur.

Ia optimistis kolaborasi antara PLN Batam dan DayOne akan semakin memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi unggulan dan motor penggerak ekonomi digital di kawasan.

Selain penyediaan listrik, turut ditandatangani MoU layanan solusi infrastruktur terintegrasi yang mencakup pengembangan jaringan fiber optik hingga pemeliharaan infrastruktur kritis pusat data.

Dengan sinergi yang solid, Batam kini semakin mengukuhkan diri sebagai bagian penting dalam ekosistem SIJORI. Kehadiran pusat data hyperscale ini diyakini akan memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, mulai dari penciptaan lapangan kerja di sektor teknologi hingga penguatan kedaulatan digital nasional.

“Kami berharap kerja sama ini membawa manfaat luas bagi seluruh pihak serta memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan peningkatan iklim investasi di Batam,” tutup Kwin Fo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *