Benarkah Asam Urat Bisa Hilang Total? Ini Kata Ahli Reumatologi

Kesehatan491 Dilihat

Eranusanews.com – Penyakit asam urat kerap menjadi momok bagi banyak orang, terutama mereka yang sudah memasuki usia 40-an ke atas. Rasa nyeri yang datang tiba-tiba, terutama di area sendi kaki atau tangan, bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari. Lantas, muncul pertanyaan: apakah penyakit ini bisa sembuh total atau hanya bisa dikendalikan?

Menurut dr. Hendra Saputra, Sp.PD-KR, seorang ahli reumatologi, asam urat sebenarnya bukan penyakit yang bisa “hilang” total seperti infeksi yang bisa sembuh dengan antibiotik. “Asam urat adalah kondisi metabolik kronis. Artinya, ini berkaitan dengan proses tubuh dalam memecah zat purin. Selama proses metabolisme purin masih berlangsung, potensi naiknya kadar asam urat tetap ada,” jelasnya.

Namun, bukan berarti penderita asam urat harus menyerah begitu saja. Dr. Hendra menegaskan bahwa asam urat bisa dikendalikan dengan baik sehingga gejala seperti nyeri dan bengkak tidak muncul lagi. Kuncinya adalah menjaga kadar asam urat dalam darah tetap dalam batas normal, yakni di bawah 6 mg/dL untuk wanita dan di bawah 7 mg/dL untuk pria.

Pengendalian asam urat bisa dilakukan melalui dua cara: pola makan sehat dan konsumsi obat penurun asam urat sesuai anjuran dokter. Hindari makanan tinggi purin seperti jeroan, seafood, dan daging merah, serta kurangi konsumsi alkohol dan minuman manis. Sementara itu, obat seperti allopurinol atau febuxostat sering diresepkan untuk mengontrol produksi asam urat di tubuh.

“Kalau pasien disiplin, tidak jarang kami melihat mereka bisa hidup bertahun-tahun tanpa serangan asam urat sama sekali. Tapi ini bukan berarti sembuh total, ya. Ini lebih tepatnya remisi atau pengendalian jangka panjang,” tambah dr. Hendra. Ia juga mengingatkan bahwa penghentian obat tanpa pengawasan bisa memicu serangan ulang yang lebih parah.

Kesimpulannya, asam urat memang tidak bisa “hilang” sepenuhnya, tapi bisa dikendalikan dengan pola hidup sehat dan pengobatan teratur. Dengan begitu, penderita tetap bisa menjalani hidup normal, aktif, dan produktif tanpa dihantui rasa nyeri sendi yang tiba-tiba datang.