Calon Anggota MAPARSA Ditempa di Diklatsar VI: Belajar Kompak dan Mencintai Alam di Tengah Tantangan

Daerah842 Dilihat

Eranusanews.com,Kateman_Inhil Riau – Enam calon anggota baru Mahasiswa Pecinta Alam Ar-Risalah (MAPARSA) berhasil melewati Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) VI yang digelar di Bukit Ninjau, Desa Semembang, Kecamatan Durai, Kabupaten Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau. Kegiatan yang berlangsung dari 23 hingga 26 Desember 2024 ini bertujuan membentuk karakter tangguh, cinta alam, dan menjunjung tinggi kebersamaan.

Sebelum mengikuti Diklatsar, para calon anggota menjalani serangkaian tahapan, mulai dari camp interview, pembekalan materi, hingga pradiklat. Selama empat hari, mereka ditempa dengan materi-materi intensif, seperti Search and Rescue (SAR), Navigasi darat, Pertolongan Pertama Gawat Darurat (PPGD), Survival, Climbing,dan manajemen perjalanan,dll

Yang membuat kegiatan ini istimewa, para peserta diisolasi dari teknologi modern. Mereka tidak diperbolehkan menggunakan ponsel atau mengakses media sosial. Tujuannya adalah melatih fokus, pengendalian diri, dan kemampuan untuk bekerja sama dalam tim, terutama di bawah tekanan situasi sulit.

Ketua Umum MAPARSA IAI Ar-Risalah, Dewi Sulistia Nabila, menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai fondasi pembentukan pribadi yang tidak hanya mencintai alam, tetapi juga peduli terhadap sesama. “Diklatsar ini bukan hanya tentang pelatihan fisik dan mental, tetapi juga pembelajaran nilai-nilai solidaritas dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” jelasnya.

Kepala Pendidikan (KP), Instruktur Tarmizi, menyoroti pentingnya membangun kekompakan dalam tim. “Di alam, kita tidak bisa sendiri. Semua tantangan harus dihadapi bersama. Latihan ini dirancang agar mereka belajar menjadi satu kesatuan yang solid tanpa egoisme,” katanya.

Komandan Operasional (Danop), Instruktur Mansur, menambahkan bahwa adaptasi dan pengendalian diri adalah kunci sukses dalam kegiatan seperti ini. “Kami melatih mereka untuk menghadapi berbagai situasi ekstrem, dengan tujuan agar mereka menjadi pribadi yang tangguh sekaligus mampu menjaga dan melestarikan alam,” ujar Mansur.

Salah satu peserta, Sulaiman, yang akrab disapa Sakral Bawal, mengungkapkan kesan mendalamnya. “Diklatsar ini adalah pengalaman luar biasa. Saya belajar banyak hal, terutama mengendalikan emosi, bekerja sama dengan tim, dan mencintai alam. Terima kasih kepada seluruh instruktur atas bimbingan dan ilmunya,” ucapnya dengan penuh rasa syukur.

Diklatsar VI MAPARSA ini tidak hanya menjadi perjalanan penuh tantangan, tetapi juga membentuk karakter calon anggota untuk menjadi pecinta alam yang berdedikasi. Semangat dan kenangan selama kegiatan ini akan menjadi bekal berharga bagi mereka dalam mengemban misi mulia menjaga kelestarian lingkungan.

Sulaiman