Kubil, salah satu warga setempat, menyebutkan bahwa penghuni kontrakan tersebut sedang mengisi daya ponselnya di atas kasur. Tanpa disangka, ponsel tersebut meledak dan memicu kobaran api. Sayangnya, penghuni rumah tidak segera menyadari besarnya bahaya hingga api sudah mulai membesar.
“Awalnya dia nge-charge HP di kasur, tapi HP itu meledak. Pas api sudah mulai besar baru dia teriak, tapi sudah terlambat,” ujar Kubil, Selasa (13/8/2024).
Besarnya kobaran api membuat upaya pemadaman oleh warga setempat menjadi sulit. Api dengan cepat menyebar ke rumah-rumah di RT dan RW lain di sekitar lokasi kejadian.
“Api mulai dari RW 6, tapi sekarang sudah merembet sampai ke RW 12. Jumlah rumah yang terdampak bisa ratusan,” tambah Kubil.
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa dari kebakaran ini. Warga setempat yang berada di sekitar lokasi segera dievakuasi dari rumah mereka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Korban jiwa belum ada,” jelas Kubil.
Sebanyak 34 unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) telah dikerahkan ke lokasi untuk memadamkan api yang terus berkobar. Upaya pemadaman masih berlangsung hingga berita ini diturunkan. (Red)