Eranusanews.com, Indragiri Hilir — Di tengah keragaman masyarakat yang ada di Kecamatan Kateman, Program Minggu Kasih kembali menjadi jembatan penghubung antara institusi kepolisian dengan masyarakat lintas agama. Kali ini, Polsek Kateman hadir menyapa dan menyemai kedamaian di rumah ibadah umat Kristiani, dalam upaya menciptakan suasana yang kondusif, penuh kasih, dan terbuka untuk dialog sosial. Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi kebijakan Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. dalam Quick Wins Presisi Polri.
Dengan dipimpin langsung oleh Ps. Kanit Propam Bripka Satria, personel Polsek Kateman tampak membaur bersama jemaat dalam suasana yang penuh kehangatan. Tanpa sekat, tanpa intimidasi, para polisi ini hadir bukan sebagai penegak hukum yang menakutkan, tetapi sebagai mitra dan sahabat yang ingin mendengarkan serta memahami dinamika umat dalam menjalankan ibadah.
“Kami merasa sangat dihargai dan dilindungi. Kehadiran polisi seperti ini membuat suasana ibadah menjadi lebih nyaman dan tenang,” ujar seorang jemaat yang enggan disebutkan namanya. Ia menambahkan bahwa langkah ini memperkuat rasa kebersamaan dan toleransi antarwarga, sekaligus menjadi bukti bahwa negara hadir untuk semua golongan.
Tak hanya sekadar pengamanan, Program Minggu Kasih juga membuka ruang untuk menyerap aspirasi masyarakat serta mempererat komunikasi antara Polri dan tokoh-tokoh agama. Dalam kesempatan tersebut, beberapa jemaat juga menyampaikan harapan agar program seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan, karena memberikan rasa damai tidak hanya secara fisik, tetapi juga spiritual.
Kapolsek Kateman, Kompol Ermanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa kehadiran pihaknya dalam kegiatan keagamaan merupakan bentuk pengabdian dan komitmen untuk membangun hubungan yang harmonis dengan seluruh lapisan masyarakat. “Polisi harus menjadi wajah damai negara, bukan hanya saat terjadi konflik, tetapi justru di saat masyarakat membutuhkan kehadiran yang menenangkan dan membangun empati,” ujarnya.
Program ini juga sejalan dengan upaya Polsek Kateman dalam memperkuat harkamtibmas (pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat) melalui pendekatan yang lebih humanis dan berbasis budaya lokal. Kehadiran aparat di ruang spiritual warga menjadi simbol nyata bahwa keamanan bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal kehadiran dan kepedulian.
Dengan hadirnya Polsek Kateman dalam Program Minggu Kasih, terlihat jelas bahwa aparat kepolisian mampu menjadi pelindung sekaligus penyambung harmoni dalam kehidupan sosial-keagamaan. Sebuah pelajaran penting tentang bagaimana rasa aman dibangun bukan semata dengan kewenangan, tetapi juga dengan sentuhan kemanusiaan dan kasih sayang yang tulus.
(Man)
