Ratusan Guru SMA/SMK/SLB lulus PPPK Menanti keputusan Relokasi Pemerintahan Aceh

Daerah1795 Dilihat

EranusaNews.com, Aceh Tamiang – Tanggal 2 September adalah hari pendidikan  daerah bagi propinsi Aceh. Untuk Tahun ini jatuh pada hari sabtu 2 september 2023.

Hari pendidikan tidak lepas dari kisah Guru, siswa, sekolah dan stakeholdernya dan sistem pendidikan itu sendiri. Akan banyak hal yang muncul kepermukaan ketika suatu momentum  jatuh bertepatan.
Pun demikian dengan hari pendidikan. Khususnya hari pendidikan daerah Aceh.

Kisah pilu mewarnai datangnya hari pendidikan daerah ini bagi ratusan guru jenjang SMA/SMK/SLB sederajat dibawah naungan dinas pendidikan Aceh yang lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2022.

Setelah sekian lama menanti pengumuman penempatan pada awal 2023 lalu pengumuman keluar namun banyak yang mendapat penempatan jauh dari domisili. Penempatan yang berjarak melintasi 3 kabupaten bahkan lebih dari lokasi domisili.

Setelah menjelang lebaran idul fitri yang lalu ada wacana untuk proses relokasi harus berujung kembali menahan sabar karena hingga SK jabatan Fungsional diterima relokasi masih belum ada kejelasan.

Dalam akun grup whatsapp banyak kisah sedih yang disampaikan para guru ini. Mulai dari yang harus berangkat meninggalkan bayi usia 12 hari, meninggalkan orang tua yang sedang sakit dan selama ini dalam perawatan yang bersangkutan, dan ratusan kisah pilu lainnya. “Kami harus mendidik putra-putri bangsa, sementara putra-putri kami harus kami tinggalkan karena masih belum mungkin untuk ikut kami bawa pertimbangan biaya. Ini saja berangkat sendiri dengan kondisi hutang sana-sini karena mesti memulai serba baru.” Ungkap AD dalam Grup bersama tersebut.

Pada saat acara pelantikan sekaligus pengambilan SK di Aula Anjong Mon mata Banda Aceh Pj.Gubernur sudah menyampaikan agar proses relokasi ini bisa dilaksanakan mengingat keluarga yang terpisah itu menjadi prioritas untuk dikumpulkan  kembali.

Semoga perkataan bapak Pj Gubernur ini bisa segera terealisasi mengingat kondisi psikologi guru yang harus terpisah jauh dari keluarga ini ikut berdampak pada kwalitas kerja dalam proses pendidikan dilingkungan pemerintahan Aceh khususnya. (Nurwinda )