Revolusi Hijau untuk Rumah Tangga: ITEBA Mengajarkan Zero Waste dan 3R untuk Gaya Hidup Berkelanjutan

EranusaNews.com, Batam – Tim Dosen Institut Teknologi Batam (ITEBA) menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di Perumahan Cipta Green View pada tanggal 28 Oktober 2023.

Pada hari Sabtu, tanggal 28 Oktober 2023, Tim Dosen dari Institut Teknologi Batam (ITEBA) yang terdiri dari berbagai Program Studi, melaksanakan inisiatif inspiratif dengan tujuan untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang memiliki dampak positif bagi komunitas sekitar.

Acara bersejarah ini dihadiri oleh sekitar 20 peserta yang antusias, di mana sebagian besar dari mereka adalah para ibu rumah tangga yang memegang peranan penting dalam pelaksanaan tugas-tugas sehari-hari.”

Program pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang Dilakukan Dosen ITEBA Terhadap Masyarakat Perum. Cipta Greenview-Batam. Foto: Istimewa

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di lingkungan Perumahan Cipta Green View tidak hanya menciptakan momen berharga, tetapi juga memberikan peluang kepada warga untuk meningkatkan pengetahuan mereka.

Para peserta secara aktif terlibat dalam serangkaian sosialisasi dan edukasi yang menjelaskan dan menekankan pentingnya mengadopsi perubahan gaya hidup yang berkelanjutan. Mereka diberikan pemahaman dan panduan untuk menerapkan konsep Zero Waste (tanpa sampah) serta prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle – Kurangi, Manfaatkan Kembali, dan Daur Ulang) dalam upaya mereka untuk lebih efektif mengelola sampah rumah tangga.

Pengeringan Kulit Pisang Menjadi Pupuk Organik Bebas Bahan Kimia. Foto: Istimewa

Kegiatan ini merupakan implementasi dari komitmen Tim Dosen ITEBA untuk berbagi pengetahuan dan memberikan dukungan kepada masyarakat lokal dalam upaya menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Dengan meningkatnya pemahaman mengenai pentingnya praktik-praktik berkelanjutan, diharapkan bahwa warga Perumahan Cipta Green View akan menjadi agen perubahan yang aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka dan berkontribusi pada upaya pelestarian lingkungan yang lebih luas.

Dalam upaya menjalankan sosialisasi yang bertujuan untuk memberikan pendidikan kepada warga Perumahan Cipta Green View, diharapkan penduduk setempat dapat mengembangkan kebiasaan, pemahaman yang lebih mendalam, dan mengimplementasikan praktik pengelolaan sampah rumah tangga sehari-hari dengan menganut prinsip zero waste dan konsep 3R, yang meliputi reduce, reuse, dan recycle. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat Kota Batam, sebagai salah satu pusat industri di Indonesia, menghasilkan sekitar 800 ton sampah setiap harinya yang selanjutnya dibuang ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Telaga Punggur.

Namun, estimasi menunjukkan bahwa pada tahun 2025, produksi sampah di Batam diperkirakan akan meningkat menjadi sekitar 2.000 ton per hari, dengan sekitar 60% berasal dari sampah rumah tangga. Sementara itu, TPA Telaga Punggur, yang saat ini mampu menampung sekitar 800 hingga 1.100 ton sampah per hari, akan menghadapi tekanan yang semakin besar. Oleh karena itu, keberhasilan dalam pengelolaan sampah rumah tangga di tingkat individu, terutama di lingkungan Perumahan Cipta Green View, dianggap sebagai langkah awal yang sangat penting.

Sesuai dengan ungkapan Bapak Alvendo Waktu Aranski, M.Kom, yang menjabat sebagai Ketua RT 11, RW 21 di Kelurahan Tembesi, Kecamatan Sagulung, pengelolaan sampah yang lebih efektif di tingkat rumah tangga diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengurangan jumlah sampah yang dibuang ke TPA Telaga Punggur. Saat ini, TPA Telaga Punggur sudah mendekati batas kapasitasnya.

Pengeringan Kulit Bawang yang dilakukan oleh Tim PKM ITEBA. Foto: Istimewa

Sosialisasi ini diharapkan mampu membentuk kesadaran kolektif dalam menghadapi tantangan pengelolaan sampah di Kota Batam dan dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya untuk mengambil langkah-langkah proaktif dalam upaya meminimalkan dampak sampah terhadap lingkungan.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diprakarsai oleh tim dosen ITEBA yang terdiri dari Ir. Dimas Akmarul Putera, M.T., Ir. Aulia Agung Dermawan, ST. MT, Muhammad Jufri, S.Kom, M.M, dan Alvendo Wahyu Aranski, S.Kom, M.Kom, dengan dukungan dari anggota lainnya, yaitu Bapak Hendri Kremer, SE., M.Si, dan Dipl. Ing. Hery Sunarsono, DEA.

Kegiatan diawali dengan kata sambutan dan penyampaian materi terkait isu lingkungan oleh Bapak Ir. Dimas Akmarul Putera, M.T., selaku Ketua Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ITEBA. Selanjutnya, dilanjutkan dengan sesi pengenalan dan penjelasan mengenai tata cara pengelolaan sampah oleh Bapak Muhammad Jufri, S.Kom, M.M, dan Bapak Ir. Aulia Agung Dermawan, M.T., dengan menerapkan metode Zero Waste dan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Setelah pemberian materi, Bapak Dimas memberikan demonstrasi praktik mengenai cara mengolah sampah rumah tangga, termasuk sampah kulit pisang, biji kurma, dan kulit bawang.

Menurut Riset yang dilakukan oleh tim PKM ITEBA, Pengolahan sampah kulit pisang yang dikeringkan menjadi pupuk adalah proses yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. Dengan mengambil kulit pisang yang biasanya dibuang sebagai sampah organik dan mengeringkannya, kita dapat menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi yang kaya akan unsur hara. Proses ini tidak hanya membantu mengurangi limbah organik yang masuk ke tempat pembuangan sampah, tetapi juga menciptakan produk yang dapat meningkatkan kesuburan tanah dan membantu pertanian berkelanjutan.

Pengeringan kulit bawang memiliki manfaat ganda yang signifikan.

Pertama, kulit bawang yang dikeringkan dapat digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan kaldu atau bumbu makanan. Mereka memberikan rasa alami dan aroma yang kaya pada hidangan, memberikan rasa yang khas dan mendalam.

Kedua, kulit bawang yang dikeringkan juga memiliki manfaat sebagai bahan baku untuk pembuatan pewarna alami. Ekstrak dari kulit bawang ini dapat digunakan dalam industri makanan dan farmasi sebagai pewarna alami yang lebih sehat dan ramah lingkungan daripada pewarna buatan kimia.

Proses Pembuatan Minuman Kopi dari Biji Kurma dan Diseduh untuk Dikonsumsi oleh Warga Perum Cipta Greenview – Batam. Foto: Istimewa

Dengan memanfaatkan kulit bawang yang seringkali dibuang sebagai sampah, kita dapat mengurangi limbah dan menciptakan produk bernilai tambah yang bermanfaat dalam berbagai industri.

Tim PKM ITEBA juga meneliti pemanfaatan biji kurma sisa untuk membuat minuman kopi. Kopi yang dihasilkan dari biji kurma memiliki rasa yang kaya dan aroma yang khas dan biji kurma juga mengandung beberapa senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan.

Selain itu, ini juga berkontribusi pada pengurangan pemborosan makanan, mengingat biji kurma yang sebelumnya mungkin dibuang.

Dengan demikian, pengolahan biji kurma sisa menjadi minuman kopi merupakan langkah yang ramah lingkungan dan dapat mengurangi dampak limbah pangan.

Dalam program pengabdian kepada masyarakat di Perumahan Cipta Green View, Tim Dosen ITEBA memberikan pengetahuan penting tentang konsep Zero Waste dan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) kepada peserta, terutama ibu rumah tangga.

Melalui inisiatif ini, mereka diharapkan dapat mempraktikkan gaya hidup berkelanjutan dalam pengelolaan sampah rumah tangga.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen Tim Dosen ITEBA untuk memberikan kontribusi berharga dalam menjaga kebersihan lingkungan dan mendorong kesadaran akan isu-isu lingkungan.

Semangat berkelanjutan dari kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi warga setempat untuk lebih aktif dalam menjaga kebersihan lingkungan mereka dan berkontribusi pada upaya menjaga kelestarian lingkungan yang lebih baik. (HK).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *