Sektor Manufaktur Jadi Penggerak Utama Ekonomi Indonesia di 2024

Ekonomi, Nasional382 Dilihat

Eranusanews.com, Jakarta – Industri pengolahan atau manufaktur tetap menjadi pilar utama pertumbuhan ekonomi nasional sepanjang tahun 2024. Terbukti hingga awal 2025, permintaan produk industri besi dan baja dari pasar luar negeri masih sangat tinggi. Besi dan baja menduduki posisi kedua sebagai produk ekspor nonmigas utama Indonesia antara Januari dan September 2024. Selama lima tahun terakhir (2018-2023), permintaan global untuk produk ini menunjukkan tren positif sebesar 9,13 persen, dengan total permintaan dunia mencapai USD865 miliar.

Salah satu produsen baja Indonesia berhasil mengekspor produk baja rendah emisi, yaitu welded beam, senilai USD1,5 juta atau sekitar Rp24,3 miliar ke Selandia Baru. Ekspor ini dilepas oleh Menteri Perdagangan Budi Santoso dari pabrik PT Gunung Raja Paksi Tbk (GRP) di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 15 Januari 2025. Ekspor tersebut merupakan bagian dari total 1.210 metrik ton baja yang akan dikirim secara bertahap hingga Maret 2025.

Ekspor ini menunjukkan bahwa kualitas produk besi dan baja dalam negeri semakin diakui, menempatkan Indonesia sebagai pemasok terbesar ketujuh dunia dengan nilai ekspor mencapai USD28,41 miliar (Rp465,124 triliun).

“Dengan tren pertumbuhan sebesar 38,79 persen dalam lima tahun terakhir, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu pemain utama dalam industri baja global,” ungkap Budi Santoso.

Indikator ekspor besi baja ini mencerminkan kinerja ekonomi Indonesia yang tetap solid, bahkan lebih baik dibandingkan beberapa negara maju dan berkembang di tengah tantangan global. Pada kuartal IV 2024, Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,02 persen (year on year/yoy), lebih tinggi dibandingkan negara-negara seperti Singapura (4,3 persen), Arab Saudi (4,4 persen), dan Malaysia (4,8 persen). Selama 2024, ekonomi Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,03 persen.

Stabilitas ekonomi ini juga didukung oleh upaya pemerintah dalam menjaga inflasi tetap rendah dan terkendali, dengan inflasi pada Desember 2024 tercatat sebesar 1,57 persen (yoy) atau dalam rentang sasaran 2,5 hingga 1 persen. Rasio utang tercatat masih dalam batas aman sebesar 38,9 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per September 2024.

“Dengan angka-angka tersebut, pertumbuhan ekonomi pada triwulan keempat 2024, yang juga merupakan triwulan pertama di pemerintahan Presiden Prabowo, tumbuh sebesar 5,02 persen (yoy) atau 0,53 persen (qtq). Ini mengonfirmasi bahwa kita berada dalam zona pertumbuhan 5 persen atau 5,03 persen di tahun 2024,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers mengenai PDB Triwulan IV-2024 dan capaian tahun 2024 di Jakarta, Rabu, 5 Februari 2025.

Airlangga juga menyampaikan bahwa PDB Indonesia meningkat pesat, mencapai Rp22.139 triliun pada 2024, dibandingkan dengan Rp20.892 triliun pada tahun sebelumnya. Dengan demikian, PDB per kapita Indonesia kini mencapai Rp78,62 juta atau setara dengan USD4.960,33.

Konsumsi Rumah Tangga

Indikator sektor riil menunjukkan ketahanan ekonomi dan optimisme masyarakat, terlihat dari Purchasing Manager’s Index (PMI) Manufaktur yang kembali ke level ekspansi (Januari 2025 sebesar 51,9), Indeks Keyakinan Konsumen yang optimis di level 121,1, serta Indeks Penjualan Riil yang masih tumbuh positif.

Dari sisi pengeluaran, semua komponen mencatat pertumbuhan positif. Konsumsi rumah tangga tetap menjadi pendorong utama dengan pertumbuhan 4,94 persen pada 2024, berkontribusi 54 persen terhadap ekonomi Indonesia. Pertumbuhan konsumsi pemerintah juga meningkat sejalan dengan realisasi APBN pada belanja pegawai serta belanja barang dan jasa.

Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa konsumsi rumah tangga merupakan komponen pengeluaran utama yang mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada 2024.

Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan konsumsi rumah tangga sejalan dengan meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat, yang terbukti dari peningkatan lalu lintas komunikasi, jumlah penumpang angkutan rel, laut, dan udara.

Pertumbuhan konsumsi rumah tangga juga didorong oleh sektor restoran dan hotel, seiring meningkatnya kegiatan wisata, terutama saat libur sekolah dan hari besar keagamaan.

BPS mencatat bahwa ekspor komoditas migas dan non-migas serta jasa tumbuh positif tahun lalu, dengan beberapa komoditas mengalami peningkatan nilai dan volume, seperti mesin/peralatan listrik, nikel, dan alas kaki.

Dari segi lapangan usaha, semua sektor utama menunjukkan pertumbuhan positif, dengan lima sektor terbesar—industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan—memberikan kontribusi 63,9 persen terhadap PDB 2024.

Ekonomi Indonesia juga tumbuh solid di seluruh wilayah, dengan Bali Nusra, Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Papua mencatat pertumbuhan di atas rata-rata nasional. Sektor pengolahan industri barang logam menjadi penopang di Maluku, Papua, dan Sulawesi, sementara Bali Nusra masih bergantung pada sektor pariwisata.

BPS melaporkan bahwa industri pengolahan menyumbang kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional, yaitu sebesar 18,98 persen.

Industri pengolahan juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi tertinggi, memberikan kontribusi 0,9 persen dari total pertumbuhan ekonomi kumulatif pada 2024 yang mencapai 5,03 persen.

Plt. Kepala BPS menyatakan bahwa pertumbuhan industri pengolahan didorong oleh permintaan domestik dan luar negeri, termasuk industri makanan dan minuman yang tumbuh 5,9 persen berkat permintaan domestik, serta industri logam dasar yang tumbuh 13,34 persen sejalan dengan peningkatan permintaan luar negeri, terutama untuk produk besi dan baja.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 2025, pemerintah telah menyiapkan berbagai kebijakan pendorong ekonomi pada kuartal pertama tahun 2025, termasuk program untuk stimulus HBKN Ramadan-Idulfitri, diskon harga tiket pesawat, pelaksanaan HARBOLNAS 2025, dan stabilisasi harga pangan.

Dengan demikian, capaian ekonomi 2024 menjadi landasan yang kuat untuk pertumbuhan di tahun ini, meskipun masih ada tantangan yang harus dihadapi dengan optimisme.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *