Eranusanews.com – Projek lintas mata pelajaran adalah suatu pendekatan pembelajaran yang melibatkan kolaborasi antara dua atau lebih mata pelajaran untuk menyelesaikan sebuah projek atau tugas yang terintegrasi.
Dalam projek ini, peserta didik diajak untuk mengkaji suatu topik atau permasalahan nyata dari berbagai sudut pandang keilmuan. Tujuan utamanya adalah mengembangkan pemahaman yang menyeluruh, keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah.
Melalui Program Multidisiplin Kemitraan Masyarakat (PMKM), tim pengabdian masyarakat dari Universitas Negeri Padang (UNP) yang terdiri dari Prof. Dr. Desnita, M.Si dari FMIPA UNP, Tri Kurniawati, S.Pd, M.Pd dari FEB UNP dan Fauzan Aulia, S.Ds., M.Sn dari FBS UNP memberikan workshop impelementasi projek lintas mata pelajaran bagi guru dan siswa di MAN 3 Tanah Datar.
Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pengimplementasian projek lintas mata pelajaran, memfasilitasi ketersediaan bahan ajar (modul dan LKPD) siswa dalam pengimplementasian projek lintas mata pelajaran dan mendorong pengembangan karakter siswa seperti tanggungjawab, kerjasama, kedisiplinan, jujur dan sebagainya.
Workshop ini mengangkat tema pengolahan kolang-kaling menjadi pempek, salah satu produk unggulan daerah di Kabupaten Tanah Datar, sebagai objek kajian lintas mata pelajaran. Ada banyak mata pelajaran yang dapat dikolaborasikan seperti IPA, Ekonomi, Matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, TIK dan Prakarya. Melalui pendekatan ini, para siswa diajak untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan berpikir kritis, serta semangat kewirausahaan, sekaligus menanamkan nilai-nilai karakter seperti tanggung jawab, gotong royong, dan cinta terhadap potensi lokal.
Pengolahan pempek kolang kaling dilakukan dengan bahan alami dan menghasilkan rasa yang enak. Apalagi kolang kaling mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Pempek kolang kaling ini bisa dikonsumsi langsung atau dijadikan frozen food yang bisa disimpan untuk jangka waktu lebih lama.
Siswa dan guru MAN 3 Tanah Datar sangat antusias dalam mengikuti kegiatan ini. Kepala MAN 3 Tanah Datar menyambut baik kegiatan ini dan berharap pendekatan pembelajaran lintas mata pelajaran dapat diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
“Projek seperti ini sangat relevan dengan kurikulum saat ini. Selain membekali siswa dengan keterampilan abad 21, juga membangun rasa bangga terhadap kekayaan daerah mereka sendiri,” ujarnya. Lebih lanjut para siswa dan guru menyatakan pempek kolang kaling ini berpotensi untuk dikembangkan menjadi ide bisnis.
Kegiatan ini memberikan life skill yang dapat dikembangkan siswa saat ini dan juga di masa depan.
Pelaksanaan Program PMKM ini juga diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pencapaian tujuan-tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) seperti tanpa kelapan (Zero Hunger), kehidupan sehat dan sejahtera (Good Health and Well-Being) dan Pendidikan Berkualitas (Quality Education).
