Violet Education Center Merayakan Hari Kemerdekaan RI ke-80 dengan Upacara Khidmat dan Lomba Juang

Daerah650 Dilihat

Eranusanews.com, Tembilahan, 17 Agustus 2025 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, VIOLET EDUCATION CENTER (VIEDU), yang menaungi TK dan SD Viedu Inklusi, sukses melangsungkan upacara bendera yang penuh khidmat pada Sabtu pagi (17/8) di halaman sekolah yang teduh, dipenuhi semangat merah putih.

Sudirman Anwar, M.Pd.I, Sekretaris Yayasan Violet, bertindak sebagai Pembina Upacara, menyampaikan amanat yang menggugah semangat perjuangan para guru dan tenaga pendidik. Dalam pesannya, beliau menekankan bahwa kemerdekaan sejati bagi guru adalah kebebasan untuk mengabdi dengan tulus dan mendidik dengan cinta, terutama dalam lingkungan pendidikan inklusif seperti Viedu.

Muhammad Syah Jihan, S.Kom., memimpin prosesi dengan tenang dan penuh tanggung jawab, menjadikan momen ini semakin berkesan.

Upacara dihadiri oleh Wakil Pembina Yayasan, Ibu Lily Elwina, M.Psi., Psikolog, serta seluruh guru, staf administrasi, terapis, dan tenaga pendukung dari Yayasan Violet. Kebersamaan dan kekompakan terpancar di setiap detik acara, menjadikannya bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kesatuan dalam membangun generasi bangsa.

Setelah upacara, semangat juang dilanjutkan dengan “Lomba Juang” yang melibatkan seluruh guru dan staf yayasan. Mulai dari lomba estafet kemerdekaan, lomba yel-yel antar tim, hingga permainan edukatif bernuansa perjuangan—semua dirancang untuk membangun kerjasama, sportivitas, dan kekompakan tim.

💬 Ketua Yayasan Violet, dalam sambutannya yang disampaikan melalui pesan khusus, menyatakan:

“Kemerdekaan adalah anugerah besar yang harus diisi dengan pengabdian dan cinta. Viedu bukan hanya sekadar sekolah, tetapi ruang harapan—tempat anak-anak belajar menjadi manusia seutuhnya, dan guru-guru berjuang sebagai pahlawan zaman ini. Mari kita teruskan semangat kemerdekaan ini dengan membangun pendidikan yang menyentuh hati, bukan hanya pikiran.”

Suasana haru, tawa, dan semangat mewarnai rangkaian acara hingga siang hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga dalam langkah kecil di dunia pendidikan yang inklusif dan penuh cinta.