Wawancara Terkait Outlook Investasi Batam dengan Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam

Daerah674 Dilihat

Eranusanews.com, Batam – Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan Badan Pengusahaan (BP) Batam, Fary Djemy Francis, mengadakan wawancara dengan sejumlah rekan media untuk membahas Outlook Investasi Batam pada Selasa (6/5/2025) di ruang kerjanya.

Fary memaparkan berbagai rencana dan realisasi investasi di Batam, termasuk respons BP Batam terhadap Kebijakan Resiprokal Amerika Serikat, serta komitmen BP Batam dalam meningkatkan investasi.

“Kita mulai dari rencana investasi Apple di Batam. Vendor mereka, Luxshare-ICT, telah memulai pembangunan pabrik yang diharapkan dapat memulai produksi sebelum Desember 2025, dengan total nilai investasi sebesar 16 triliun rupiah dan membuka 2000 lapangan kerja,” jelas Fary.

Ia juga menjelaskan proyek-proyek investasi lain yang tengah berlangsung, serta menyinggung peran Singapura dan Malaysia dalam kemajuan investasi di Batam.

“Proyek investasi seperti Panel Surya untuk Energi Baru Terbarukan (EBT), PSN Rempang Eco-City, dan beberapa Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) juga terus berjalan sesuai rencana, dan kami terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Fary menekankan bahwa Singapura dan Malaysia bukanlah kompetitor, melainkan negara sahabat yang bisa saling mendukung dalam hal industri dan investasi.

“Mengenai dampak tarif Resiprokal AS, kami melihatnya sebagai motivasi untuk terus berkolaborasi. Kami berkomitmen memfasilitasi pelaku usaha yang terdampak, mencari solusi terbaik agar iklim investasi tetap kondusif,” papar Fary.

Ia juga menjelaskan arahan Kepala dan Wakil Kepala BP Batam, Amsakar Achmad dan Li Claudia, untuk lebih proaktif dalam mengidentifikasi investasi yang berdaya saing tinggi.

“Salah satu contohnya adalah Data Center di kawasan Nongsa, yang memiliki daya saing tinggi dan potensi besar untuk kemajuan investasi di Batam,” tambah Fary.

Selain itu, Fary mengungkapkan arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar BP Batam fokus pada pertumbuhan ekonomi Batam yang harus berada 2% di atas target nasional setiap tahunnya.

“Untuk mencapai hal ini, kami berkomitmen memangkas birokrasi perizinan, agar investasi di Batam semakin mudah,” tegas Fary.

Ia berharap semua investasi yang masuk ke Batam dapat memberikan dampak positif yang inklusif untuk kawasan ini.

“Yang terpenting adalah pertumbuhan ekonomi yang positif, peningkatan serapan tenaga kerja, dan kenaikan Produk Domestik Bruto (PBD), sehingga Batam dapat menjadi kawasan yang maju dan sejahtera,” tutup Fary, yang juga merupakan dosen pasca sarjana Ekonomi Pertahanan di Universitas Pertahanan Republik Indonesia.

Turut hadir dalam pertemuan ini adalah Kepala Pusat Pengembangan KPBPBB dan KEK, Irfan Syakir Widyasa; Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal, Surya Kurniawan Suhairi; Kepala Bagian Hubungan Masyarakat, Sazani; serta beberapa pejabat tingkat IV di lingkungan BP Batam.