BP Batam dan Apindo Kepri Sepakat Perkuat Kolaborasi, Investasi Batam Tembus Rp 54,7 Triliun

News69 Dilihat

Eranusanews.com, Batam — Komitmen BP Batam dalam menciptakan iklim investasi yang stabil dan transparan kembali ditegaskan.
Melalui Anggota/Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan, Fary Francis, BP Batam menerima kunjungan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Provinsi Kepulauan Riau di Gedung Marketing Centre, Jumat (7/11/2025).

Pertemuan ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha, dalam menghadapi dinamika investasi yang terus berkembang.

“BP Batam berkomitmen menjaga stabilitas dan kepastian hukum bagi seluruh investor. Kami terus menghadirkan inovasi agar layanan investasi semakin cepat dan transparan,” ujar Fary Francis.

Salah satu inovasi unggulan yang diperkenalkan BP Batam adalah Dashboard Investasi, sebuah sistem yang memungkinkan penanganan cepat terhadap aduan atau keluhan investor. Program ini menjadi bukti nyata keseriusan BP Batam dalam memberikan pelayanan prima dan responsif.

Fary juga menjelaskan bahwa BP Batam secara konsisten melakukan survei kepuasan layanan untuk memastikan kualitas pelayanan publik tetap terjaga.
Hasilnya pun terlihat nyata: hingga Triwulan III 2025, nilai investasi di Batam mencapai Rp 54,7 triliun, tumbuh 25,58 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) kini menjadi motor utama ekonomi Batam, sementara tren Penanaman Modal Asing (PMA) juga terus meningkat. Kami ingin memastikan seluruh kebijakan BP Batam benar-benar memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Apindo Kepri, Stanly Rocky, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja BP Batam yang dinilainya semakin adaptif terhadap kebutuhan dunia usaha.

“Rencana strategis BP Batam sangat visioner. Kami optimistis Batam akan semakin siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi yang berdaya saing tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Kolaborasi BP Batam dan Apindo Kepri ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara regulator dan dunia usaha, menjadikan Batam bukan hanya magnet investasi, tetapi juga poros pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *