BP Batam Gelar Rapat Monev Bersama EDCF Terkait Proyek IPAL

Daerah262 Dilihat

Eranusanews.com, Batam – Badan Pengusahaan (BP) Batam melalui Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan mengadakan rapat Monitoring and Evaluation (Monev) dengan Economic Development Cooperation Fund (EDCF) Korea di Jakarta pada Selasa, 24 Juni 2025. Rapat ini membahas perkembangan proyek pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Kota Batam.

Rapat yang berlangsung di Gedung Marketing Centre tersebut dihadiri oleh Anggota/Deputi Bidang Pelayanan Umum, Ariastuty Sirait; Direktur Badan Usaha SPAM, Fasilitas dan Lingkungan, Iyus Rusmana; serta perwakilan EDCF, termasuk Country Director Jakarta Representative Office, Yang Jongbae, dan Senior Project Manager, Muhammad Zia Mahiyar.

Evaluasi Proyek yang Berkembang

“Pertemuan ini menjadi forum penting untuk mengevaluasi kemajuan fisik proyek,” kata Ariastuty. Proyek senilai USD 54,5 juta ini merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan EDCF Korea, bertujuan untuk memperkuat infrastruktur pengelolaan limbah di kawasan strategis Batam.

Iyus Rusmana melaporkan bahwa hingga Juni 2025, progres fisik proyek telah mencapai 98,64%, dengan target penyelesaian pada Oktober mendatang. “Proyek IPAL ini merupakan pilar penting dalam mendukung Batam sebagai kota industri yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” jelas Iyus.

Capaian Signifikan

Beberapa pencapaian penting dari proyek ini meliputi:

  • Pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (WWTP) berkapasitas 20.000 m³/hari di Bengkong Sadai yang siap digunakan.
  • Penyelesaian lima unit stasiun pompa.
  • Pemasangan jaringan pipa utama dan sekunder sepanjang 114 km, dengan target 11.000 sambungan rumah.

“Sambungan rumah pada tahap pertama sudah mencapai lebih dari 8.500 sambungan. Selain itu, fasilitas pengomposan sebagai bagian dari integrasi pengelolaan limbah juga telah selesai,” tambah Iyus.

Sosialisasi kepada Masyarakat

Tim proyek secara aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat, menjangkau 29 kompleks perumahan. Kegiatan ini dilakukan bersama kontraktor Hansol Paper Co., Ltd dan konsultan Sunjin Engineering & Architecture Co., Ltd. Sosialisasi bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang manfaat jangka panjang proyek.

“Kami percaya proyek ini bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat. Sosialisasi adalah jembatan antara aspek teknis dan kebutuhan warga,” ungkap Iyus.

Dukungan EDCF

Muhammad Zia Mahiyar dari EDCF menyambut baik progres proyek IPAL BP Batam. Ia mendorong agar proyek dapat berjalan lancar hingga selesai, karena IPAL BP Batam diharapkan menjadi percontohan bagi daerah lain dalam sistem pengelolaan air limbah yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Walaupun masih ada keluhan dari warga, itu adalah tantangan yang dihadapi proyek-proyek yang berhubungan dengan masyarakat. Kami berharap proyek ini dapat berjalan dengan baik,” kata Zia.

Peninjauan Lapangan

Sehari sebelumnya, BP Batam dan EDCF melakukan peninjauan lapangan ke sejumlah titik pengerjaan proyek. BP Batam memastikan akan terus berkoordinasi dengan EDCF dan semua pihak terkait untuk memastikan proyek IPAL Batam selesai tepat waktu, memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat, serta mendukung visi Batam sebagai kota modern dan berwawasan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *