BRIPKA Atprizon dan Kapolsek Awang Perkuat Pendekatan Humanis dalam Menjaga Kamtibmas di Tunggal Rahayu

keamanan, News339 Dilihat

Eranusanews.com, Teluk Belengkong_Inhil – Menggugah semangat sinergi antara aparat dan masyarakat, BRIPKA Atprizon bersama Kapolsek Teluk Belengkong IPTU A. Awang, S.Sos melakukan sambang aktif ke warga Desa Tunggal Rahayu, Senin (09/06/2025), sebagai bentuk komitmen menjaga Kamtibmas secara partisipatif dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut menjadi penegasan bahwa pendekatan humanis menjadi wajah baru dari pelayanan Polri Presisi yang semakin mengakar di hati masyarakat.

Dalam sambangnya, BRIPKA Atprizon, sosok Bhabinkamtibmas yang dikenal akrab dengan masyarakat desa binaannya, tidak hanya menyampaikan imbauan, namun mendengar, mencatat, dan merespons secara langsung beragam keluhan warga. Didampingi oleh IPTU A. Awang, keduanya menyisir sejumlah titik di desa, bertemu langsung dengan masyarakat dari berbagai lapisan, dan berdialog dalam suasana santai namun penuh makna.

“Kami ingin kehadiran polisi dirasakan sebagai sahabat, bukan hanya penegak hukum. Mencegah lebih baik dari menindak, dan semua itu dimulai dari menyapa warga, mendengar isi hati mereka,” ucap BRIPKA Atprizon saat berbincang dengan sejumlah pemuda desa. Ia juga mengingatkan agar generasi muda menjauhi aktivitas negatif dan bijak dalam bermedia sosial.

Sementara itu, Kapolsek Teluk Belengkong IPTU A. Awang, S.Sos menegaskan bahwa kegiatan tersebut adalah bagian dari strategi memperkuat kehadiran Polri sebagai mitra masyarakat. “Keamanan lingkungan tidak bisa dibangun sendiri. Ini hasil kerja kolektif antara warga dan polisi. Kami hadir bukan hanya saat ada masalah, tapi lebih dari itu, kami ingin tumbuh bersama masyarakat,” jelasnya.

Penerangan jalan, pengawasan aktivitas malam hari, dan titik-titik rawan kejahatan menjadi beberapa poin penting yang disampaikan oleh warga dalam dialog terbuka tersebut. Setiap masukan tersebut langsung ditanggapi oleh pihak Polsek sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan pihak terkait, termasuk pemerintah desa dan unsur tokoh masyarakat.

Salah seorang warga, Pak Sarmidi (61), mengaku senang dengan perhatian dari pihak kepolisian. “Kalau polisi sering datang seperti ini, warga merasa aman. Kami juga jadi tahu harus mengadu ke mana kalau ada kejadian,” ungkapnya dengan semangat.

Dengan pendekatan yang terbuka dan responsif, kegiatan ini menjadi contoh bahwa keamanan lingkungan adalah hasil dari kemitraan sejajar antara aparat dan masyarakat. Bukan sekadar rutinitas, tapi bentuk nyata pelayanan yang berakar pada kepedulian dan komunikasi dua arah.

(Man)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *