Eranusanews.com, Jakarta, 23 Juli 2025 – Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang energi nuklir di Indonesia, telah mengajukan permohonan untuk penutupan operasionalnya. Permintaan ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers yang diadakan di Jakarta, di mana pihak manajemen menyebutkan berbagai alasan yang mendasari keputusan tersebut.
Direktur Utama BUMN Nuklir, Dr. Siti Rahmawati, menjelaskan bahwa langkah ini diambil setelah mempertimbangkan tantangan biaya operasional yang tinggi dan isu-isu keselamatan yang semakin kompleks. “Kami percaya bahwa penutupan ini adalah langkah terbaik untuk menjaga keselamatan publik dan lingkungan,” ujarnya.
Keputusan ini menuai reaksi beragam dari masyarakat dan pemerintah. Beberapa pihak mendukung langkah tersebut, menganggapnya sebagai tindakan proaktif untuk mencegah potensi risiko yang lebih besar. Di sisi lain, sejumlah ahli energi menilai penutupan ini dapat menghambat perkembangan teknologi energi terbarukan di Indonesia.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Arifin Tasrif, menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap situasi ini. “Kami akan mendengarkan semua pihak terkait dan memastikan bahwa keputusan yang diambil akan menguntungkan kepentingan nasional,” tambahnya.
Sementara itu, sejumlah LSM lingkungan mendukung penutupan BUMN Nuklir. Mereka menekankan pentingnya beralih ke sumber energi yang lebih aman dan berkelanjutan, seperti energi surya dan angin.
Proses penutupan diharapkan dapat berlangsung secara bertahap, dengan mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi bagi karyawan dan masyarakat sekitar. BUMN Nuklir berkomitmen untuk mematuhi semua regulasi dan prosedur yang diperlukan selama proses ini.






