CSR: Review Teori dan Praktek di Indonesia

Penulis : Dr. Solichah (Dosen Pascasarjana UIN Sulthan Thaha Jambi)

Menurut Kotler dan Lee, CSR adalah kegiatan yang semata-mata merupakan komitmen perusahaan secara sukarela untuk meningkatkan kesejahetraan komunitas dan berkonstribusi kepada sumber daya perusahaan (Solihin, 2009:5). Dipertegas  definisi Bank Dunia yang menjelaskan bahwa CSR adalah komitmen bisnis sebagai kontribusi untuk pembangunan ekonomi berkelanjutan yang bekerja sama dengan pekerja, komunitas lokal dan masyarakat luas untuk memperbaiki kualitas hidup sehingga menciptakan kebaikan untuk bisnis dan pembangunan (Petkoski, D. and Twone, N., 2003).

CSR di Indonesia diatur dalam: (a) Undang-Undang republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas Bab V tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Pasal 74 ayat 1; (b) Undang- Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal Bab IX tentang Hak, Kewajiban dan Tanggung Jawab Penanaman Modal Pasal 15, 16, 17: dan (c) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 47 Tahun 2012 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas. Peraturan peraturan ini kemudian diterjemahkan oleh masing-masing provinsi dalam bentuk peraturan daerah tentang tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan yang beroperasi di wilayah administrasi masing-masing.

Data perusahaan yang berkontribusi dalam pembangunan fisik maupun sosial melalui program CSR nya, sebagai berikut (Rahmat, 2009):

a) PT Freeport Indonesia, mengklaim menyediakan layanan medis untuk masyarakat Papua melalui klinik kesehatan dan rumah sakit modern di Banti dan Timika.  Di bidang pendidikan menyediakan bantuan dana pendidikan untuk pelajar Papua, dan bekerjasama dengan pihak pemerintah Timika.  Peremajaan gedung-gedung dan sarana sekolah. Selain itu,  melakukan program pengembangan wirausaha seperti di Komoro dan Timika.

b). Pertamina,  pemberdayaan ekonomi dan social masyarakat, terutama di bidang pendidikan, kesehatan dan lingkungan. Pada aspek pendidikan BUMN ini menyediakan beasiswa pelajar mulai dari tingkatan sekolah dasar hingga S2, maupun program pembangunan rumah baca, bantuan peralatan atau fasilitas belajar.  Di bidang kesehatan menyelanggarakan program pembinaan posyandu, peningkatan gizi anak dan ibu, pembuatan buku panduan untuk ibu hamil dan menyusui dan berbagai pelatihan guna menunjang kesehatan masyarakat. Persoalan lingkungan melakukan program kali bersih dan penghijauan seperti pada DAS Ciliwung dan konservasi hutan di Sangatta.

c) PT HM Sampoerna, perusahaan rokok  juga menyediakan beasiswa bagi pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, anak-anak pekerja PT HM Sampoerna dan  beasiswa tersebut diberikan kepada masyarakat umum. Selanjutnya melalui program bimbingan anak Sampoerna, perusahaan terlibat sebagai sponsor kegiatan-kegiatan konservasi dan pendidikan lingkungan.

d) PT Coca Cola Bottling Indonesia, melalui Coca Cola Foundation, didirikan pada Agustus 2000 – melakukan serangkaian aktivitas yang terfokus pada bidang-bidang: pendidikan, lingkungan, bantuan infrastruktur masyarakat, kebudayaan, kepemudaan, kesehatan, pengembangan UKM, juga pemberian bantuan bagi korban bencana alam.

e) PT Bank Central Asia, Tbk berkolaborasi dengan PT Microsoft Indonesia menyelenggarakan pelatihan IT bagi para guru SMP dan SMA negeri di Tanggamus, Lampung. Pelatihan ini sebagai pelengkap dari pemberian bantuan pendirian laboratorium komputer untuk beberapa SMP dan SMA di Gading Rejo, Tanggamus yang merupakan bagian dari kegiatan dalam program Bakti BCA.

f) PT Timah, menyelenggarakan program-program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.  Banyak dari program tersebut yang terbilang sukses dalam menjawab aspirasi masyarakat diantaranya berupa pembiakan ikan air tawar, budidaya rumput laut dan pendampingan bagi produsen garmen.

g) Astra Group, melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra melakukan program pemberdayaan UKM melalui peningkatan kompetensi dan kapasitas produsen, pelatihan manajemen, studi banding, magang, dan bantuan teknis. Di luar  grup Astra juga mendirikan yayasan Toyota dan Astra: memberikan bantuan pendidikan.  Kemudian mengembangkan beberapa program seperti: pemberian beasiswa, dana riset, mensponsori kegiatan ilmiah universitas, penerjemahan dan donasi buku-buku teknik, program magang dan pelatihan kewirausahaan di bidang otomotif.

h) Unilever, Program Sekolah Pepsodent, sosialiasasi  yang berkelanjutan ke sekolah-sekolah dasar dalam memahami pentingnya kesehatan mulut, dan menankam pengertian pada anak-anak mengenai pentingnya mengunjungi dokter gigi secara teratur. Dalam pelestarian lingkungan hidup membuat program pelestarian sumber air di Kali Brantas. Tujuannya untuk mengubah cara pandang dan perilaku masyarakat di sepanjang Sungai Brantas dalam menyikapi sungai.

Semoga bermanfaat penjelasan mengenai  CSR dan yang dapat dilakukan oleh pihak perusahaan dengan melakukan kegiatan di berbagai bidang. Mulai dari bidang ekonomi, sosial, dan lingkungan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *