Ekosistem Digital Adil Didorong, Pemerintah Perkuat Daya Saing UMKM

Eranusanews.com, Jakarta – Pemerintah kian mematangkan arah transformasi digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan menempatkannya pada level yang lebih strategis. Fokusnya tidak lagi sekadar perluasan akses, melainkan pada penciptaan ekosistem digital yang adil dan mampu mendorong daya saing.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria, menegaskan bahwa tantangan utama saat ini telah bergeser. Bukan lagi soal keterhubungan internet, melainkan bagaimana memastikan UMKM dapat tumbuh dan bersaing di tengah ketatnya kompetisi global di platform digital.
“Kalau kita bilang UMKM harus go online, itu sudah selesai. Sekarang kita bicara bagaimana mereka bisa go produktif dan go kompetitif,” ujarnya dalam keterangan terkait Tutur Economic Dialogue 2026 di Jakarta Pusat, Selasa (7/4/2026).

Dengan tingkat konektivitas yang telah menjangkau sekitar 98 persen wilayah berpenduduk, pemerintah kini mengarahkan transformasi digital menuju konsep meaningful connectivity—konektivitas yang memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan usaha.

Menurut Nezar, keberhasilan transformasi tidak lagi diukur dari jumlah UMKM yang terhubung ke internet, tetapi dari sejauh mana mereka mampu meningkatkan kapasitas usaha, memperluas pasar, dan naik kelas.

Namun, ia juga mengakui bahwa digitalisasi menghadirkan tantangan baru, khususnya derasnya arus produk impor yang masuk melalui platform digital. Kondisi ini memicu persaingan yang semakin ketat bagi pelaku UMKM domestik.
“Di dalam lanskap digital ini ada serbuan kompetitor dari luar yang sangat kuat. Karena itu UMKM kita perlu mendapat posisi yang setara agar bisa bersaing,” katanya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, pemerintah mendorong terciptanya equal playing field atau kesetaraan dalam ekosistem digital, sehingga UMKM tidak tertinggal oleh dominasi platform besar maupun produk global.

Sebagai bagian dari strategi itu, pemerintah tengah menjajaki pendekatan berbasis sistem terbuka (open network), seperti model yang diterapkan di India melalui Open Network for Digital Commerce. Skema ini memungkinkan satu platform terhubung ke berbagai kanal, sehingga memperluas peluang pasar bagi pelaku usaha.
“Kenapa tidak satu platform yang bisa terhubung ke banyak channel. Ini yang dilakukan India, dan terbukti bisa meningkatkan penjualan UMKM. Kita sedang eksplorasi model seperti itu,” jelas Nezar.

Di sisi lain, pendekatan kebijakan juga mulai bergeser—dari berbasis program menjadi berbasis penyelesaian masalah konkret yang dihadapi UMKM, mulai dari logistik, standar produk, akses pembiayaan, hingga penetrasi pasar global.

Nezar menegaskan, arah kebijakan ini bertujuan memastikan transformasi digital benar-benar berdampak pada peningkatan produktivitas dan daya saing UMKM.
“Yang perlu kita ukur bukan berapa banyak UMKM masuk digital, tapi apakah mereka naik kelas, produktif, dan kompetitif,” tegasnya.

Melalui strategi tersebut, pemerintah berharap transformasi digital tidak hanya memperluas akses, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM sekaligus memperkuat posisi ekonomi nasional di tengah persaingan global.

Sumber: Infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *