Ekspor Batam Awal 2026 Melemah Tipis, BP Batam Fokus Intervensi Sektor Terdampak

Berita16 Dilihat

Eranusanews.com, Batam – Kinerja ekspor Batam pada dua bulan pertama tahun 2026 mengalami koreksi tipis. Nilai ekspor tercatat sebesar US$3,107 miliar atau turun 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan ini dinilai tidak mencerminkan pelemahan secara menyeluruh.

BP Batam menegaskan bahwa tekanan ekspor terkonsentrasi pada sektor tertentu, khususnya industri kapal dan kokoa/coklat. Sektor kapal mencatat penurunan terbesar dengan nilai sekitar US$433,65 juta, diikuti kokoa/coklat sebesar US$91,23 juta.

Anggota/Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan peninjauan langsung ke lapangan untuk memahami kondisi riil yang dihadapi pelaku usaha.

Hasilnya, pada sektor kapal, penurunan dipicu oleh melemahnya permintaan global serta berakhirnya siklus pesanan besar sebelumnya. Selain itu, faktor eksternal seperti fluktuasi harga energi dan ketidakpastian geopolitik turut memberi dampak signifikan.

Sementara pada sektor kokoa/coklat, produksi tetap berjalan, namun ekspor tertahan akibat kenaikan biaya bahan baku dan logistik, serta kehati-hatian pasar global dalam menyerap produk.

“Koreksi ini bersifat sektoral, bukan struktural. Oleh karena itu, langkah yang diambil harus spesifik dan berbasis kondisi lapangan,” ujar Fary.

Sebagai respons, BP Batam akan mengoptimalkan intervensi melalui penguatan koordinasi dengan pelaku usaha, percepatan penyelesaian kendala logistik, serta sinergi lintas instansi untuk meredam dampak faktor eksternal.

Di sisi lain, sejumlah sektor justru menunjukkan pertumbuhan positif. Industri minyak, bahan kimia, serta mesin dan peralatan listrik mengalami peningkatan signifikan, dengan kontribusi terbesar dari sektor mesin dan listrik yang naik sekitar US$309 juta.

Kondisi ini menunjukkan bahwa struktur ekspor Batam masih cukup kokoh, dengan dukungan sektor manufaktur berteknologi yang tetap tumbuh di tengah tekanan global.

Secara keseluruhan, BP Batam menilai kinerja ekspor daerah ini masih berada dalam kondisi stabil dan adaptif, serta memiliki daya tahan yang kuat dalam menghadapi dinamika ekonomi internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Juga