Gotong Royong Warga, Perbaikan Jalan 1,5 Km di Sungai Teritip Jadi Bukti Kepedulian

Eranusanews.com, Indragiri Hilir – Aksi nyata kembali ditunjukkan masyarakat Dusun Damai, Desa Sungai Teritip, dengan melakukan perbaikan jalan sepanjang kurang lebih 1.500 meter yang menghubungkan RT 02 hingga RT 01, RW 01. Kegiatan ini menjadi bukti kuat bahwa semangat kebersamaan masih terjaga di tengah masyarakat.

Perbaikan jalan tersebut dilaksanakan secara swadaya melalui kegiatan gotong royong (goro) pada Minggu, 05 April 2026. Warga terlihat antusias turun langsung, membawa peralatan serta material demi memperbaiki akses jalan yang selama ini dikeluhkan.

Gotong Royong Warga, Perbaikan Jalan 1,5 Km di Sungai Teritip Jadi Bukti Kepedulian

Inisiatif ini diprakarsai oleh Ketua RT setempat, Muhammad Riduan atau Boby, yang mengajak masyarakat untuk bergerak bersama tanpa harus menunggu bantuan dari pihak luar. Ia juga membuka donasi secara terbuka melalui media sosial seperti Facebook dan WhatsApp.

Respons positif pun mengalir dari berbagai pihak. Bantuan tidak hanya datang dalam bentuk dana, tetapi juga tenaga, pikiran, hingga material bangunan dari masyarakat yang turut peduli terhadap kondisi jalan tersebut.

Menurut Boby, langkah ini merupakan wujud tanggung jawab bersama terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa perubahan bisa dimulai dari hal kecil selama ada kemauan dan kebersamaan.

“Saya terus berusaha menggalang dukungan untuk perbaikan jalan ini. Yang penting kita bergerak dan hasilnya bisa dirasakan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Sungai Teritip, Heski Hendri, mengapresiasi kekompakan warga yang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat atas dukungan, tenaga, pikiran, dan donasi yang diberikan.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada panitia yang telah bekerja keras mengoordinasikan kegiatan hingga berjalan lancar dan penuh kebersamaan.

Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa semangat gotong royong masih menjadi kekuatan utama dalam membangun desa. Di tengah keterbatasan, masyarakat mampu menghadirkan perubahan melalui aksi nyata yang berdampak langsung bagi lingkungan sekitar.
(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *