Eranusanews.com, Batam – Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kota Batam, Rudi Susanto, dengan tegas mengecam keras tindakan tempat hiburan malam (THM) yang tetap beroperasi pada malam Nuzulul Quran. Menurutnya, hal ini bukan hanya pelanggaran aturan, tetapi juga sebuah penghinaan terhadap nilai-nilai agama yang sangat dijunjung tinggi oleh masyarakat selama bulan Ramadan. Ia menilai, tempat-tempat hiburan yang beroperasi pada malam sakral tersebut telah bertindak sewenang-wenang, tanpa menghormati perasaan umat Islam yang sedang memperingati turunnya Al-Qur’an.
“Kami benar-benar tidak bisa mentolerir tindakan seperti ini. Malam Nuzulul Quran adalah malam penuh berkah dan harus dijaga kesuciannya. Tempat hiburan malam yang buka di malam itu bukan hanya tidak menghormati umat Islam, tetapi juga dengan terang-terangan menentang surat edaran resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah mengenai waktu operasional selama bulan Ramadan,” kata Rudi dengan nada tinggi.
Rudi menegaskan, pihaknya melihat adanya pembiaran dan kurangnya pengawasan dari pemerintah serta aparat terkait, yang menyebabkan tempat hiburan malam tersebut berani melanggar aturan. “Jika ini terus dibiarkan, apa gunanya aturan kalau tidak ditegakkan? Pemerintah sudah mengeluarkan surat edaran yang jelas, tapi kenapa masih ada yang berani melawan?” tanyanya dengan penuh kekecewaan.
Ia juga mengingatkan bahwa tindakan tempat hiburan malam yang membangkang ini akan memicu keresahan dan kemarahan umat Islam di Kota Batam. “Ini bukan hanya soal hiburan atau bisnis, ini soal moral dan etika. Jika tempat hiburan malam lebih mengutamakan keuntungan bisnis dibandingkan dengan menghormati agama dan aturan, maka kami tidak akan tinggal diam,” tegasnya.
PC IMM Kota Batam, menurut Rudi, tidak akan ragu-ragu untuk menggelar aksi protes besar-besaran jika peringatan ini tidak digubris. “Kami siap turun ke jalan! Kami akan mengerahkan seluruh kekuatan mahasiswa Muhammadiyah, dan jika perlu, kami akan bekerja sama dengan elemen-elemen masyarakat lainnya untuk memastikan bahwa tempat hiburan yang melanggar ini ditindak tegas. Jangan salahkan kami kalau aksi ini menjadi lebih besar karena ini bukan hanya tentang kami, tapi tentang penghinaan terhadap agama kami,” tambahnya dengan penuh ketegasan.
Rudi menekankan bahwa pemerintah dan aparat keamanan harus segera bertindak sebelum situasi semakin memanas. “Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan nyata, kami akan mengambil langkah konkret di lapangan. Kami tidak ingin terlibat dalam konflik, tetapi kami juga tidak akan diam melihat pelanggaran ini terus terjadi,” pungkasnya.
Ia berharap, pemerintah dan pihak berwenang segera merespons serius peringatan ini dengan menindak tegas tempat hiburan malam yang melanggar aturan. “Ini adalah ujian bagi pemerintah dan aparat penegak hukum. Apakah mereka benar-benar mampu menegakkan aturan dan menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang mayoritas umat Islam? Jika tidak, maka kami akan bergerak,” tegas Rudi Susanto






