May Day 2026 Jadi Momentum, Presiden Kembali Tegaskan Pembelaan terhadap Buruh

Nasional, News14 Dilihat

Eranusanews.com, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk berpihak kepada kaum buruh serta masyarakat berpenghasilan rendah dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026 yang dipusatkan di kawasan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta, Jumat (1/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden menyampaikan bahwa momentum May Day bukan sekadar agenda tahunan, melainkan refleksi atas perjuangan panjang para pekerja yang menjadi salah satu fondasi utama pembangunan nasional. Ia menekankan bahwa pemerintah akan terus berdiri di sisi kelompok masyarakat yang masih menghadapi tekanan ekonomi.

“Pemerintah yang saya pimpin tidak akan ragu membela kepentingan rakyat, terutama mereka yang hidupnya masih sulit. Ini adalah tugas utama kami,” ujar Presiden di hadapan ribuan buruh yang memadati lokasi acara.

Presiden juga mengaitkan arah kebijakan pemerintah dengan dukungan para pekerja, petani, dan nelayan yang disebutnya sebagai pilar utama ekonomi nasional. Menurutnya, setiap kebijakan negara harus diarahkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat kecil.

Salah satu kebijakan yang disorot adalah pengesahan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), yang disebut sebagai tonggak sejarah setelah lebih dari dua dekade diperjuangkan.

“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, negara hadir memberikan perlindungan hukum bagi pekerja rumah tangga. Ini bentuk keberpihakan nyata,” tegasnya.

Selain itu, Presiden turut mengumumkan rencana peresmian Museum Marsinah di Desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan buruh. Tokoh buruh Marsinah sebelumnya telah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Dalam pidatonya, Presiden juga menekankan pentingnya integritas dalam penyelenggaraan pemerintahan, dengan menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap praktik korupsi yang merugikan rakyat.

“Kebijakan harus ditanya satu hal sederhana: apakah menguntungkan rakyat kecil atau tidak. Jika iya, maka harus dijalankan,” ujarnya.

Di sisi lain, ia mengingatkan perlunya keseimbangan antara kepentingan dunia usaha dan perlindungan tenaga kerja. Menurutnya, pengusaha tetap memiliki peran penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi, namun harus berjalan dalam koridor keadilan sosial.

Peringatan May Day 2026 juga menjadi ruang konsolidasi aspirasi buruh yang sebelumnya menyuarakan berbagai tuntutan, mulai dari perlindungan pendapatan, kepastian kerja, hingga reformasi sistem jaminan sosial. Pemerintah menyatakan seluruh aspirasi tersebut akan menjadi bahan evaluasi lintas kebijakan.

Dalam kerangka pembangunan nasional, penguatan perlindungan tenaga kerja dinilai sejalan dengan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan kesejahteraan, sekaligus mendukung agenda pembangunan inklusif.

Menutup pidatonya, Presiden kembali menegaskan tekadnya untuk mengabdikan sisa masa jabatannya bagi kepentingan rakyat. “Sisa hidup saya adalah untuk rakyat Indonesia,” pungkasnya.

Sumber: Infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *