Eranusanews.com, – Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tengah mengadakan perayaan memperingati 12 tahun diberlakukannya Undang-Undang No 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta. Perayaan ini berlangsung dari Agustus hingga September 2024. Undang-undang tersebut dianggap sebagai dasar yang sakral bagi tata pemerintahan dan kehidupan sosial budaya di Yogyakarta. Dalam rangka memperingati momen bersejarah ini, ratusan kegiatan diadakan di berbagai wilayah DIY.
Sebanyak 487 acara telah dijadwalkan dalam kurun waktu 30 hari, mulai dari 12 Agustus hingga 12 September 2024. Beragam acara ini tersebar di lima kabupaten/kota di DIY, melibatkan berbagai kelompok masyarakat. Acara-acara tersebut mencakup konser musik, pariwisata olahraga, workshop batik, pameran seni, hingga pertunjukan wayang dan berbagai atraksi seni budaya lokal.
Tema Andakara Kerta Raharja
Kepala Bidang Perencanaan dan Pengendalian Urusan Keistimewaan Paniradya Keistimewan DIY, Tri Agus Nugroho, menyampaikan bahwa peringatan ini mengusung tema “Andakara Kerta Raharja”. Menurutnya, tema ini menggambarkan Undang-Undang Keistimewaan Yogyakarta sebagai sumber pencerahan yang memberikan manfaat tanpa pamrih kepada masyarakat luas.
Sebagai wilayah dengan status istimewa, Yogyakarta memikul tanggung jawab besar untuk memastikan keistimewaannya membawa kesejahteraan bagi masyarakatnya. UU Keistimewaan Yogyakarta ini memiliki lima tujuan utama, yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, pelestarian budaya, pemanfaatan tanah Kasultanan dan Kadipaten, pengembangan pendidikan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pencapaian Pelestarian Budaya di Yogyakarta
Pelaksana Harian Asisten Setda DIY Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Masyarakat, Aris Eko Nugroho, menyampaikan bahwa selama 12 tahun penerapan UU Keistimewaan, DIY telah mencapai banyak hal. Di bidang pelestarian budaya, Yogyakarta berhasil menggelar berbagai program seperti Festival Budaya Yogyakarta di lima kabupaten/kota secara lebih intensif dan berkelanjutan.
Selain itu, DIY juga berhasil merevitalisasi berbagai situs bersejarah, termasuk mendapatkan Sertifikat Warisan Dunia dari UNESCO untuk kawasan Sumbu Filosofi, sebuah pencapaian yang membanggakan dalam upaya melestarikan warisan budaya Yogyakarta. (Red)






