Merayakan Semangat Kemerdekaan: Upacara dan Lomba Juang di Violet Education Center

Daerah290 Dilihat

Eranusanews.com, Tembilahan, 17 Agustus 2025 — Dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Violet Education Center (VIEDU), yang menaungi TK dan SD Viedu Inklusi, sukses menyelenggarakan upacara bendera yang khidmat pada Sabtu pagi (17/8) di halaman sekolah yang teduh, dipenuhi semangat merah-putih.

Sudirman Anwar, M.Pd.I, Sekretaris Yayasan Violet, bertindak sebagai Pembina Upacara, menyampaikan amanat yang menggugah semangat perjuangan para pendidik. Beliau menekankan bahwa kemerdekaan sejati bagi guru adalah kebebasan untuk mengabdi dengan tulus dan mendidik dengan cinta, terutama dalam lingkungan pendidikan inklusif seperti Viedu.

Muhammad Syah Jihan, S.Kom., memimpin prosesi dengan tenang dan penuh tanggung jawab. Upacara ini dihadiri oleh Wakil Pembina Yayasan, Ibu Lily Elwina, M.Psi., Psikolog, serta seluruh guru, staf administrasi, terapis, dan tenaga pendukung dari lingkungan Yayasan Violet. Kebersamaan dan kekompakan terpancar dalam setiap momen upacara, menjadikannya bukan sekadar seremoni, tetapi simbol kesatuan dalam perjuangan membangun generasi bangsa.

Setelah upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan “Lomba Juang” yang melibatkan seluruh guru dan staf yayasan. Dari lomba estafet kemerdekaan hingga yel-yel antar tim dan permainan edukatif bertema perjuangan—semua dirancang untuk memupuk semangat kerja sama, sportivitas, dan solidaritas tim.

💬 Ketua Yayasan Violet, dalam sambutannya yang disampaikan melalui pesan khusus, mengungkapkan:

“Kemerdekaan adalah anugerah yang harus diisi dengan pengabdian dan cinta. Viedu bukan hanya sekadar sekolah, tetapi ruang harapan—tempat anak-anak belajar menjadi manusia seutuhnya, dan guru-guru berjuang sebagai pahlawan zaman ini. Mari kita teruskan semangat kemerdekaan ini dengan mendidik dari hati, bukan hanya pikiran.”

Suasana haru, tawa, dan semangat mewarnai rangkaian acara hingga siang hari. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kemerdekaan tak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga dalam langkah-langkah kecil di dunia pendidikan yang inklusif dan penuh cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *