Eranusanews.com, Jakarta, 30 Mei 2025 – Indonesian Islamic Art Museum (IIAM) resmi dibuka hari ini, menawarkan pengalaman wisata religi yang inovatif melalui teknologi Augmented Reality (AR). Museum ini bertujuan untuk mendemonstrasikan keindahan seni Islam sekaligus memberikan wawasan mendalam mengenai sejarah dan budaya Islam di Indonesia.
Dalam acara peresmian yang dihadiri oleh berbagai tokoh, termasuk Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Ahmad Zainuri, museum ini diharapkan menjadi destinasi utama bagi wisatawan lokal dan internasional. “Dengan memanfaatkan teknologi AR, pengunjung dapat berinteraksi langsung dengan karya seni dan artefak, menjadikannya lebih hidup dan menarik,” ujar Dr. Zainuri.
Fasilitas AR memungkinkan pengunjung untuk menggunakan perangkat mereka atau alat yang disediakan museum untuk melihat animasi, informasi tambahan, dan konteks sejarah dari setiap karya seni. Selain itu, terdapat fitur tur virtual yang membawa pengunjung ke tempat-tempat bersejarah dalam dunia Islam di Indonesia.
Koleksi permanen museum mencakup berbagai karya seni, mulai dari kaligrafi, tekstil, hingga arsitektur miniatur. Pengunjung juga dapat menikmati pameran sementara yang menampilkan seniman kontemporer yang terinspirasi oleh tema-tema Islam.
Museum ini tidak hanya bertujuan untuk mendidik, tetapi juga untuk menciptakan ruang dialog antar umat beragama. “Kami ingin museum ini menjadi jembatan untuk memahami dan menghargai warisan budaya Islam yang kaya di Indonesia,” kata Direktur Museum, Dr. Fatimah Nursyah.
Dengan kehadiran Indonesian Islamic Art Museum, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap seni Islam, serta menarik lebih banyak wisatawan untuk menjelajahi kekayaan budaya Indonesia. Museum ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman edukatif yang tak terlupakan dan memfasilitasi pertukaran budaya yang positif.
Sumber = cnnindonesia.com












