EranusaNews.com, – Kominfo bekerja sama dengan DPR RI laksanakan agenda webinar Ngobrol Bareng Legislator dengan tema “Bermedia Sosial Positif Tanpa Hoax”
kegiatan tersebut dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia raya, penampilan tarian Sintren dari Cirebon dan dilanjutkan dengan ucapan kata sambutan sekaligus membuka acara webinar. Rabu (31/5/2023).
Webinar literasi tersebut diadakan melalui zoom meeting yang diikuti sekitar 246 peserta,
Dalam sambutannya Bapak Samuel menyampaikan pesatnya perkembangan teknologi yang semakin terpacu dengan adanya pandemi covid yang mendorong kita untuk berinteraksi, beraktivitas di dunia digital. Kehadiran dunia digital sebagai bagian dari kehidupan bermasyarakat, inilah yang kian mempertegas bahwa kita sedang berada di era percepatan transformasi digital. Pada awal tahun 2022 ini dinas sosial melaporkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai 204,7 jt orang atau meningkat 2,1 jt dari tahun sebelumnya dan mungkin angka ini akan semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Namun penggunaan internet di Indonesia harus kita akui membawa berbagai resiko seperti penipuan online, hoax, bullying, dan konten negatif lainnya. Oleh karna itu penggunaan teknologi ini perlu dibagi dengan kapasitas literasi digital yang memumpuni agar masyarakat dapat memanfaatkan teknologi digital dengan baik, produktif dan bijak.
Adapun pemateri yang mengisi webinar tersebut adalah anggota Komisi I DPR RI Dr. Sukamta, Yudha Yuliardi selaku Social Media Specialist, Edy Fajar Prasetyo S.P selaku Founder Dae Asia (Digital Acceleration Excellent) & Global Changes Maker.
Dalam penyampaian materinya Dr. Sukamta mengatakan Hoax berkembang dalam dunia digital sejak dunia digital ini digunakan untuk berwirausaha, berpolitik, dan lain sebagainya.
Selain berkembang di kalangan politik Hoax juga berkembang dikalangan bisnis, banyak orang berjualan dikalangan online tapi dengan narasi berlebihan seperti iklan yang menjual produk-produk dengan harga yang sangat murah, yang berada diluar nalar. Belakang ini muncul juga penipuan dengan menggunakan berita bohong atau palsu.
Kasus-kasus seperti ini akan makin banyak volume dan variasi – variasi kejahatan, kita berharap mudah-mudahan para peserta webinar kali ini makin cerdas, tidak mudah ditipu, dikibulin dengan berita-berita bohong, baik itu yang bernuansa ekonomi, maupun politik.
Dr. Sukamta juga mengatakan saya berharap kita semua makin cerdas tidak mudah bohongi, saya juga berharap kita menggunakan media sosial yang sikapnya positif, bijak serta kontributif.
Bangsa Indonesia dalam survei dikenal sebagai bangsa yang tidak sopan di media sosial, ternyata indikatornya itu banyak berita bohong, banyak hoax beredar, lalu banyak perlakuan buliying yang dilakukan orang Indonesia.
“Mudah-mudahan generasi muda ini jauh lebih baik, lebih cerdas, karna ini akan menjadi rumah kita, maka ayo kita gunakan media sosial secara positif dengan membuat konten-konten yang produktif, yang memiliki banyak manfaat untuk orang-orang.” Ucap Dr. Sukamta
Dilanjutkan oleh pemateri kedua Yudha Yuliardi menyampaikan “Bahwa kita bisa mewarnai media sosial kita dengan hal-hal yang positif, lalu bagaimana agar konten positif kita banyak didengar maka yang pertama tentukan target, buatlah konten yang sesuai dengan target pasar kita, buat konten yang kreatif dan bermanfaat agar banyak audiens yang mengunjungi media sosial kita.” Ucap Pemateri kedua
Lalu dalam penyampaian pemateri ketiga Edy Fajar menjelaskan mengenai banyaknya hoax yang beredar di media sosial dalam menyikapi informasi itu kita diwajibkan melakukan sharing sebelum shering, ini adalah point penting dalam menyebarluaskan informasi, pastikan saat mendapatkan informasi apakah informasi tersebut valid, benar nyatanya atau hanya sekedar hoax.
Edy Fajar juga mengajak para peserta untuk berani melawan hoax yang beredar di media sosial.
“Banyaknya hoax yang beredar di media sosial kita harus lebih bijak, dan berani bahwa untuk melawan hoax orang-orang baik jangan mau kalah berisik, jangan pernah khawatir untuk menyuarakan kebenaran, ketika kita semakin mengkombinasi perbincangan publik di media sosial maka kita akan menang, yuk sampaikan kebenaran di media sosial.” Tutup Edy Fajar
(Red)






