EranusaNews.com, Batam – 14 Juli 2023 Kami dengan tegas menyatakan penolakan terhadap pertemuan LGBT Se Asean yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada tanggal 17 hingga 21 Juli. Penolakan ini didasarkan pada keyakinan kami terhadap nilai-nilai sosial, norma, dan budaya yang telah lama terjaga dalam masyarakat Asean.
Kami percaya bahwa pengakuan dan dukungan terhadap LGBT bertentangan dengan prinsip-prinsip yang dipegang secara luas dalam masyarakat. Pandangan tradisional tentang keluarga, pernikahan, dan peran gender menjadi landasan dalam membangun tatanan sosial yang sehat dan harmonis.
Selain itu, kami menganggap pertemuan ini sebagai campur tangan dalam urusan internal negara-negara Asean. Setiap negara memiliki yurisdiksi dan hak untuk menentukan hukum serta kebijakan internal mereka sendiri, termasuk dalam hal LGBT. Pertemuan semacam ini dapat dianggap sebagai upaya campur tangan yang tidak diinginkan dalam kedaulatan negara-negara Asean.
Argumen kami juga berhubungan dengan persepsi agama dan keyakinan. Berbagai agama dan kepercayaan memiliki pandangan yang berbeda terkait LGBT, dan kami menghormati kebebasan beragama serta keyakinan individu. Menolak pertemuan ini adalah salah satu cara untuk mempertahankan nilai-nilai dan prinsip-prinsip agama yang diyakini secara kuat dalam masyarakat.
Kami juga memiliki kekhawatiran tentang potensi dampak sosial dan kultural yang ditimbulkan oleh pertemuan LGBT Se Asean Acara semacam ini dapat memicu konflik, ketegangan sosial, dan ketidakharmonisan dalam masyarakat. Kami berupaya menjaga stabilitas sosial dan membangun kehidupan yang adil dan damai bagi semua warga Asean.
Dalam kesimpulan, penolakan kami terhadap pertemuan LGBT Se Asean di Jakarta tanggal 17 hingga 21 Juli didasarkan pada keyakinan dan nilai-nilai kami yang menjunjung tinggi norma sosial, kedaulatan negara, keyakinan agama, dan keharmonisan sosial. Kami berharap agar pendapat kami dihormati dan keberagaman pemikiran diterima dalam semangat dialog yang saling menghargai. (Red)







