Para Kiai Berkumpul di Pesantren Tebuireng, Bahas Hubungan PBNU dan PKB

Nasional467 Dilihat

Eranusanews.com, – Pada Senin sore, 12 Agustus 2024, ratusan kiai struktural dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Pesantren Tebuireng, Jombang. Pertemuan ini dipimpin oleh tim Panitia Khusus (Pansus) PKB yang dibentuk oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di antaranya KH Anwar Iskandar dan KH Amin Said Husni.

Para kiai yang hadir dalam pertemuan ini berasal dari pesantren-pesantren besar seperti Pesantren Lirboyo yang diwakili oleh KH Anwar Manshur dan Pesantren Tebuireng yang diwakili oleh KH Abdul Hakim Mahfudz. Selain itu, sejumlah Rais Syuriah PCNU dan kiai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra Utara, dan Sulawesi Selatan juga turut hadir.

KH Anwar Iskandar, dalam pernyataannya yang diterima melalui rilis PBNU, menyimpulkan dua poin penting dari pertemuan tersebut. Pertama, para kiai sepakat bahwa hubungan antara PBNU dan PKB memiliki landasan ideologis, historis, politis, organisatoris, dan kultural yang kuat. Kedua, mereka meminta PBNU segera mengambil langkah strategis untuk memperbaiki PKB, yang mereka nilai semakin menjauh dari marwah utama saat partai itu didirikan.

KH Amin Said Husni menambahkan bahwa sejak awal berdirinya, struktur kepengurusan PKB seharusnya mencerminkan struktur di NU, dengan adanya Dewan Syuro yang mirip dengan Rais Syuriah di NU dan Dewan Tanfidz yang mirip dengan Tanfidziyah di NU. Namun, menurut KH Amin, fungsi Dewan Syuro di PKB saat ini telah dikebiri dan tidak lagi menjadi penentu utama dalam keputusan partai, sebuah perubahan yang dianggap merugikan.

Di tempat lain, di Hotel Yusro Jombang, puluhan anggota dan mantan anggota Dewan Syuro PKB dari berbagai daerah di Jawa juga mengadakan pertemuan. Mereka menyampaikan keluh kesah kepada PBNU terkait peran Dewan Syuro yang semakin dikesampingkan di PKB. Lutfi Andalusie, Wakil Ketua Dewan Syuro PKB Cirebon, menyatakan bahwa mereka hanya berfungsi sebagai pengawas dengan peran yang sangat terbatas.

Lutfi bersama anggota Dewan Syuro lainnya berharap PBNU segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi PKB. Mereka menginginkan agar PBNU mengambil tindakan tegas untuk mengembalikan marwah dan fungsi Dewan Syuro di partai tersebut.

Pertemuan di Pesantren Tebuireng dan Hotel Yusro Jombang ini merupakan bagian dari rangkaian upaya PBNU untuk menyelesaikan konflik yang belakangan ini mencuat antara PBNU dan PKB. Konflik ini terlihat jelas dalam beberapa momen, seperti tahapan Pilpres 2024 dan pembentukan Panitia Khusus Haji DPR.

Hasil pertemuan ini rencananya akan disampaikan kepada PBNU sebagai masukan untuk memperkuat hubungan antara PBNU dan PKB, serta memastikan bahwa PKB tetap berjalan sesuai dengan nilai-nilai yang menjadi dasar pendiriannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *