Eranusanews.com, Batam – Proyek pengembangan Rempang Eco City terus menunjukkan progres dengan BP Batam memfasilitasi pergeseran warga yang terdampak. Pada Kamis (17/10/2024), satu keluarga bersedia pindah ke hunian sementara, sehingga total warga yang menempati hunian sementara kini mencapai 199 KK. Sementara itu, 12 KK sudah menempati hunian baru di Tanjung Banun.
Ariastuty Sirait, Kepala Biro Humas BP Batam, menegaskan bahwa proyek ini diharapkan membawa manfaat bagi masyarakat sekitar. “BP Batam berkomitmen menyelesaikan investasi ini agar masyarakat merasakan dampaknya secara langsung,” ujarnya.
BP Batam juga memberikan kompensasi berupa biaya sewa rumah sebesar Rp 1,2 juta per KK dan santunan biaya hidup Rp 1,2 juta per jiwa kepada setiap keluarga yang bersedia bergeser.
Salah satu warga yang pindah, M. Taufik Haji Kadri, menyatakan dukungannya terhadap proyek ini. “Harapan kami, pembangunan ini lancar dan memberikan peluang kerja bagi anak cucu kami di masa depan,” tuturnya.









