Eranusanews.com, – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sedang merancang skema penyiaran peringatan dini atau Early Warning System (EWS) melalui perangkat digital di Indonesia. Sistem ini dirancang untuk memberikan peringatan bencana seperti gempa bumi, tsunami, dan angin topan secara lebih cepat dan efektif melalui siaran TV digital, yang diharapkan dapat memperkuat sistem peringatan yang ada saat ini.
Jepang, sebagai salah satu negara dengan teknologi EWS yang maju, telah lama mengembangkan sistem serupa yang disebut J-Alert. Sistem ini, yang diluncurkan pada 2007, memungkinkan pemerintah Jepang untuk mengirimkan peringatan bencana melalui berbagai media, termasuk televisi, radio, ponsel, dan bahkan speaker yang terpasang di berbagai lokasi strategis di seluruh negeri. Selain bencana alam, J-Alert juga digunakan untuk mengantisipasi ancaman nasional, seperti peluncuran rudal dari negara lain.
Menurut laporan dari Japan Living Guide, teknologi EWS di Jepang telah diperkuat dengan berbagai perangkat canggih seperti superkomputer, satelit cuaca, dan radar. Data hidrometeorologi yang dikumpulkan dari 1.300 stasiun di seluruh negeri dapat secara otomatis dan cepat dianalisis oleh Badan Meteorologi Jepang, memungkinkan prediksi bencana yang lebih akurat.
Keunggulan sistem ini terbukti pada tahun 2015, ketika Jepang berhasil memprediksi datangnya topan dua minggu lebih awal berkat superkomputer Fukagu yang memiliki kemampuan model prediksi 3D. Kajian dari World Economic Forum juga menunjukkan bahwa J-Alert mampu mengurangi potensi kematian hingga 97 persen dan menekan kerugian ekonomi akibat bencana hingga 21 persen, berdasarkan perbandingan antara penanganan bencana di Jepang pada 2020 dengan periode 1950-1960.
Di Indonesia, Kominfo menargetkan implementasi EWS berbasis TV digital dapat diuji coba pada September 2024. Marvels Parsaroan Situmorang, Direktur Pengembangan Pita Lebar Kominfo, menyatakan bahwa sistem ini nantinya akan bekerja sama dengan TVRI dan MNC Group untuk menayangkan peringatan dini di lokasi yang terdampak bencana. Kominfo juga mengimbau masyarakat untuk memastikan kode pos yang mereka masukkan saat registrasi TV digital sesuai dengan lokasi tempat tinggal, guna memastikan peringatan diterima secara akurat.
Dengan berkembangnya perubahan iklim global, sistem EWS menjadi semakin penting untuk diterapkan di berbagai negara. Hal ini sejalan dengan inisiatif yang dihasilkan dalam Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim COP28 di Dubai pada Desember 2023, yang mendorong pengembangan sistem peringatan dini secara global hingga 2027. Saat ini, setidaknya 101 negara telah memiliki sistem EWS untuk menghadapi berbagai jenis bencana.
Kominfo berharap dengan adanya pengembangan sistem ini, Indonesia dapat memperkuat kesiapsiagaan bencana dan mengurangi dampak yang ditimbulkan, baik dari segi korban jiwa maupun kerugian ekonomi. (Red)






