Eranusanews.com, SUNGAI GUNTUNG_INHIL.RIAU – Gladian Pimpinan Satuan (DIANPINSAT) 2025, yang berlangsung selama dua hari, resmi ditutup pada Minggu siang, 23 Februari 2025. Dalam penutupan yang penuh khidmat ini, Sekretaris Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kateman, Kak Sutrisno, menegaskan bahwa Pramuka Penegak harus menjadi pemimpin yang berani bergerak, bukan hanya bicara.
“Pramuka Penegak bukan sekadar gelar, tapi tanggung jawab. Ilmu yang kalian dapatkan di sini harus menjadi bekal untuk bergerak dan membawa perubahan di pangkalan masing-masing. Jadilah pemimpin yang menginspirasi, bukan hanya mengikuti arus,” tegasnya di hadapan peserta.
Sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan bagi Pramuka Penegak, DIANPINSAT 2025 diikuti oleh sembilan pangkalan Gugus Depan (Gudep) tingkat SLTA sederajat. Para peserta mendapatkan pembekalan dari pemateri yang berasal dari Andalan Ranting Kwartir Ranting Kateman, Kantor Camat Kateman, Koramil 06 Kateman, serta Mahasiswa IAI AR-RISALAH INHIL RIAU Fakultas Dakwah Prodi Komunikasi Penyiaran Islam yang mengisi sesi jurnalistik. Beragam materi disajikan, mulai dari Administrasi Ambalan, Kepemimpinan, Teknik Persidangan, Tanda Pengenal dalam Pramuka Penegak, Perundungan (Bullying), Etika dalam Kepramukaan, hingga Pelatihan Baris-Berbaris (PBB).
Penutupan DIANPINSAT ini juga dihadiri oleh Pengurus Dewan Kerja Ranting (DKR) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Kateman, Pengurus Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Kateman, serta Andalan Ranting Kwartir Ranting Gerakan Pramuka Teluk Belengkong, Kak Syamsir. Saat ditemui awak media, Kak Syamsir menekankan pentingnya peran pemimpin ambalan yang aktif dan bertanggung jawab.
“Kegiatan seperti ini sangat penting. Pramuka Penegak harus bisa mengelola ambalan dengan baik, bukan hanya ikut-ikutan tanpa arah. Yang saya harapkan, mereka tidak hanya menyerap ilmu di sini, tapi benar-benar mengaplikasikannya. Jangan sampai selesai acara, semua materi hanya jadi catatan tanpa aksi,” tegasnya.
Salah satu peserta, Dimas dari MA Daarul Rahman Kateman, mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat membantunya memahami kepemimpinan dalam Pramuka. “Kami belajar bagaimana menjadi pemimpin yang bertanggung jawab dan bisa membimbing adik-adik di ambalan kami. Harapan kami, kegiatan ini terus ada agar lebih banyak Pramuka yang siap bergerak,” katanya.
Dengan berakhirnya DIANPINSAT 2025, tanggung jawab besar kini berada di pundak para Pramuka Penegak Kateman. Mereka bukan sekadar peserta, tetapi agen perubahan yang siap menerapkan ilmu kepemimpinan dalam kehidupan nyata. Gerakan Pramuka Kateman kini memiliki generasi baru yang lebih tangguh, lebih cerdas, dan lebih siap menggerakkan perubahan!
(Man)












