Eranusanews.com, Jakarta – Dengan terpilihnya Prabowo Subianto sebagai presiden dan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil presiden, proses penyusunan kabinet menjadi sorotan utama. Langkah Prabowo untuk membentuk kabinet inklusif yang dapat mencerminkan berbagai aspirasi dari partai-partai koalisi sedang dinantikan. Masyarakat berharap kabinet baru ini akan mewakili kepentingan yang lebih luas, termasuk kalangan profesional dan non-politisi.
Salah satu isu yang mencuat adalah kemungkinan adanya penambahan jumlah menteri. Prabowo disebut ingin memberikan lebih banyak ruang bagi berbagai elemen masyarakat dalam struktur pemerintahan. Penambahan ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi koalisi dalam menghadapi tantangan-tantangan besar, termasuk ekonomi dan reformasi sektor publik.
Namun, di tengah optimisme tersebut, muncul juga kekhawatiran tentang potensi dominasi kepentingan politik dalam penyusunan kabinet. Banyak pihak yang menantikan bagaimana Prabowo dan Gibran akan memastikan bahwa kabinet ini tetap berfokus pada kepentingan rakyat dan tidak hanya pada penguatan koalisi







