Samsuri Daris Serap Aspirasi Tagaraja, Fokus Isu Infrastruktur, Lingkungan dan Jaminan Sosial

Politik543 Dilihat

Eranusanews.com, Sungai Guntung_Inhil.RIAU – Warga Tagaraja akhirnya bisa menyampaikan langsung harapan mereka kepada wakil rakyat. Samsuri Daris, ST, MT, Anggota DPRD Provinsi Riau Fraksi PKS, menyerap aspirasi masyarakat Kateman dalam kegiatan Reses di halaman Surau Al Munawaroh, Parit 8, Kelurahan Tagaraja, Minggu (22/6) sore. Dialog terbuka ini menjadi momen penting yang memperlihatkan bagaimana demokrasi berjalan dari akar rumput.

Hadir dalam kegiatan ini sejumlah tokoh strategis, di antaranya Ketua DPD PKS Inhil Yuslizar, ST, M.MA, Ketua BPJS Ketenagakerjaan Inhil Wahyu Wibowo, Sekcam Kateman Akapriadi, SH, Lurah Tagaraja Hendri Jhon, SH, Ketua LPTQ Kateman H. Zainal Abidin, M.Pd, serta Ketua KBB Kateman Asrul Efendi. Kegiatan reses ini pun disambut antusias warga yang datang dari berbagai penjuru Kateman.

Sejumlah isu prioritas disuarakan masyarakat, mulai dari revitalisasi Pasar Sungai Guntung, pembangunan Pelabuhan Rakyat dan Pelabuhan Bongkar Muat, hingga pembangunan Gedung Pertemuan. Permintaan itu disampaikan langsung oleh Lurah Tagaraja Hendri Jhon, SH, yang menyebut ketiga proyek tersebut sangat penting untuk menunjang aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat.

Tak hanya infrastruktur, isu lingkungan juga mencuat. Dari unsur pemuda, Sulaiman mengusulkan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) sebagai solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang makin mengkhawatirkan. “Kalau tidak dimulai dari sekarang, dampaknya akan terus membesar. TPST adalah langkah awal menuju Kateman yang sehat dan lestari,” tegasnya.

Di bidang konektivitas dan pertanian, H. Zainal Abidin, M.Pd menekankan pentingnya perbaikan jalan penghubung antar desa dan kecamatan, serta mendorong adanya subsidi pupuk untuk petani kelapa, sektor yang menjadi nadi perekonomian masyarakat pesisir Kateman.

Menambah dimensi penting dalam kegiatan ini, Ketua BPJS Ketenagakerjaan Inhil Wahyu Wibowo turut memperkenalkan program perlindungan sosial bagi pekerja sektor informal, seperti petani dan nelayan. Program ini mencakup jaminan kecelakaan kerja, santunan kematian, jaminan hari tua hingga beasiswa anak, dengan iuran yang sangat terjangkau. “Ini bentuk kehadiran negara. Kita ingin semua pekerja, apapun profesinya, merasa terlindungi,” ucap Wahyu.

Dari sisi pemerintah kecamatan, Sekcam Kateman Akapriadi, SH menyebut bahwa reses semacam ini membuka ruang kolaborasi antara masyarakat, pemerintah, dan wakil rakyat. Ia menyatakan bahwa aspirasi warga akan diperjuangkan bersama agar sampai ke telinga eksekutif dan legislatif provinsi.

Menutup sesi, Samsuri Daris, ST, MT menegaskan komitmennya untuk membawa seluruh aspirasi yang dihimpun ke tingkat provinsi. “Apa yang disampaikan hari ini bukan sekadar catatan, tapi amanah. Saya akan kawal hingga terealisasi,” ucapnya dengan tegas.

Reses ini tak sekadar ajang formalitas, melainkan wujud nyata keberpihakan wakil rakyat terhadap denyut kebutuhan warga. Komunikasi yang jujur dan terbuka seperti ini menjadi bukti bahwa perubahan dimulai dari ruang-ruang sederhana yang diisi dengan niat tulus dan semangat kolektif.

(Man)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *