Eranusanews.com, Sungai Guntung_Inhil.Riau – Upaya mewujudkan ketahanan pangan nasional semakin dimatangkan melalui rapat koordinasi di Aula Polsek Kateman, Jumat (12/9/2025). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi antara pemerintah kecamatan, aparat kepolisian, serta para kepala desa dalam menyukseskan program Presiden RI yang menargetkan penyediaan lahan jagung skala nasional.
Rapat dimulai pukul 09.00 WIB dan dihadiri oleh Sekcam Kateman, Akapriadi, S.H., mewakili Camat Kateman, Kapolsek Kateman, AKP Asian Sihombing, S.I.K., M.I.K., beserta lurah dan kepala desa se-Kecamatan Kateman. Kehadiran lintas sektor ini menandakan dukungan penuh dari berbagai elemen untuk mempercepat realisasi program strategis nasional di tingkat desa.
Dalam arahannya, Sekcam Kateman Akapriadi menjelaskan bahwa ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah, dengan fokus pada pengembangan dua komoditas, yakni jagung di bawah koordinasi Polri dan padi yang dipimpin TNI. Menurutnya, desa memiliki peran penting dalam eksekusi program karena pemerintah telah mengalokasikan 20 persen dana desa untuk mendukung sektor pangan yang bisa dijalankan bersama Bumdes.
Sementara itu, Kapolsek Kateman AKP Asian Sihombing menekankan kesiapan Polri dalam mengawal Asta Cita Presiden RI menuju Indonesia Emas 2045. Ia menyoroti program penyediaan satu juta hektar lahan jagung secara nasional, yang di tingkat Provinsi Riau diturunkan menjadi kebijakan 1 Desa 2 Hektar. “Kami meminta seluruh kepala desa bersama Bumdes segera menyiapkan Calon Petani dan Calon Lahan (CP/CL) agar program ini dapat berjalan cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Para kepala desa se-Kecamatan Kateman menyambut baik arahan tersebut dengan menyatakan kesiapan untuk menyediakan minimal 2 hektar lahan di setiap desa. Lahan tersebut akan dikelola melalui pola tumpang sari maupun monokultur, sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing.
Kesimpulan rapat menegaskan adanya komitmen bersama bahwa seluruh desa di Kecamatan Kateman siap mendukung penuh program ketahanan pangan nasional, khususnya di sektor jagung, dengan percepatan penyediaan lahan dan petani melalui kerjasama erat antara pemerintah desa dan Bumdes. (Man)






