Si Kocong, Bocah Bule Viral Diamankan Imigrasi di Bali, Akan Dideportasi

Trending Topik755 Dilihat

Eranusanews.com, – Seorang anak asal Rusia berinisial AK (7) dan ibunya, SB, telah diamankan oleh petugas Imigrasi. AK, yang dikenal di media sosial sebagai “Si Kocong,” menjadi viral setelah sering terlihat berkeliaran di Desa Peliatan, Ubud, Kabupaten Gianyar.

“Sudah kami amankan kemarin tanggal 1 Agustus 2024. Sudah berada di kantor Imigrasi,” ungkap Kepala Imigrasi Denpasar Ridha Sah Putra, Jumat (2/8/2024).

Dalam video yang beredar di media sosial, AK sering terlihat berkeliaran hanya dengan memakai celana pendek. Dia juga kerap bermain sendirian di kafe tanpa ditemani ibunya.

Kejadian yang paling menyita perhatian adalah ketika AK terekam membawa celurit di jalanan. Meski demikian, belum ada laporan dari warga mengenai dampak negatif dari aksi AK.

“Kegiatannya, tidak ada pengawasan orang tua. Salah satunya, di media sosial, ditampilkan sedang membawa senjata tajam,” kata Ridha.

Ridha menjelaskan bahwa AK dan ibunya tiba di Bali pada 21 Desember 2023 melalui Bandara Internasional Soekarno Hatta. Izin tinggal mereka berakhir pada 21 Januari 2024, yang berarti mereka telah melebihi batas waktu izin selama 191 hari.

Selama di Bali, ibu AK membiayai hidup mereka sendiri. Namun, kondisi keuangan mereka memburuk, terutama karena suami SB yang berada di Norwegia tidak bisa membantu. SB mengaku sudah berusaha mencari uang tetapi tetap tidak cukup untuk memperpanjang visa.

Selama di Bali, AK dan ibunya tinggal di rumah warga. SB mengaku sudah jengah dengan perilaku AK dan membiarkan anaknya berkeliaran sepanjang hari.

“Ibunya sudah tidak bisa kasih tahu anaknya lagi dan membebaskan kegiatan anaknya. Manjat genteng dan lain sebagainya,” tambah Ridha.

Karena itu, AK dan ibunya akan dideportasi. Imigrasi telah berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Rusia untuk mengurus kepulangan mereka.

AK, yang sering bertelanjang dada, melakukan berbagai aktivitas unik yang mengundang tawa warganet, seperti memanjat pohon kelapa, membantu buruh proyek, dan naik ke atap rumah warga. Meski lucu, tindakan AK sebenarnya cukup meresahkan dan berpotensi membahayakan dirinya, terutama ketika membawa senjata tajam di jalanan atau menyeberang jalanan Ubud yang padat kendaraan. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *