Eranusanews.com, Jakarta– Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) mendukung penuh peluncuran program Cek Kesehatan Gratis oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Februari 2025. Program ini diharapkan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Menteri PPPA, Arifah Fauzi, menekankan pentingnya peran aktif perempuan dalam menyukseskan program ini, terutama melalui edukasi dan penyadaran di lingkup keluarga. “Cek Kesehatan Gratis akan memberikan dampak besar bagi kesehatan masyarakat. Karena itu, kita harus memastikan masyarakat memahami pentingnya pemeriksaan kesehatan,” ujarnya, Jumat (24/1/2025).
Menurutnya, perempuan sebagai pengelola keluarga memiliki peran kunci dalam mendorong anggota keluarganya untuk rutin memeriksakan kesehatan. Dengan deteksi dini, penyakit tidak menular seperti jantung, stroke, dan kanker dapat diantisipasi lebih cepat, sehingga risiko kematian dapat dikurangi.
Untuk mendukung program ini, sosialisasi di tingkat akar rumput, terutama di desa dan kelurahan, menjadi prioritas. Ruang Bersama Indonesia (RBI) diharapkan menjadi wadah edukasi bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan.
“Kemen PPPA siap berkolaborasi dengan berbagai kementerian dan lembaga guna memperluas edukasi serta membangun kesadaran masyarakat terkait manfaat pemeriksaan kesehatan, dimulai dari komunitas terkecil di desa,” tegas Arifah.
Ia juga menyoroti bahwa program ini memberikan peluang setara bagi perempuan, termasuk mereka yang sebelumnya terkendala akses layanan kesehatan akibat keterbatasan ekonomi atau diskriminasi gender.
Cek Kesehatan Gratis menjadi salah satu Quick Win Presiden yang sangat dinantikan masyarakat. Berdasarkan survei Litbang Kompas (2025), program ini berada di peringkat teratas dengan tingkat perhatian sebesar 85 persen.
Agar program ini berjalan efektif, diperlukan dukungan dari berbagai aspek, seperti pengelolaan data, anggaran, infrastruktur, teknologi aplikasi, serta komitmen lintas kementerian/lembaga.
Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan sebagian besar kematian di Indonesia disebabkan oleh penyakit yang sebenarnya dapat dicegah. Dengan pemeriksaan rutin, masyarakat dapat mendeteksi penyakit lebih awal dan meningkatkan kualitas hidupnya.
sumber: infopublik.id







