Menteri PPPA Klarifikasi Isu Gerbong Wanita, Keselamatan Jadi Prioritas Utama

Nasional, News79 Dilihat

Eranusanews.com, Jakarta – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf atas pernyataannya menyusul insiden kecelakaan kereta api di Bekasi Timur. Klarifikasi tersebut disampaikan untuk meredam polemik terkait wacana penempatan gerbong khusus perempuan di bagian tengah rangkaian kereta.

Dalam keterangan resmi pada Rabu (29/4/2026), Arifah mengakui bahwa pernyataan sebelumnya mengenai pengaturan posisi gerbong berdasarkan gender tidak tepat. Ia menegaskan, dalam situasi darurat, keselamatan seluruh penumpang harus menjadi prioritas utama tanpa membedakan jenis kelamin.

“Saya menyadari bahwa pernyataan tersebut kurang tepat. Untuk itu, saya memohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat, khususnya kepada korban dan keluarga korban,” ujar Arifah.

Ia memastikan tidak ada kebijakan yang bertujuan mengabaikan keselamatan penumpang, baik laki-laki maupun perempuan. Menurutnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama atas rasa aman dalam menggunakan transportasi publik. “Keselamatan seluruh masyarakat adalah prioritas nomor satu, tanpa terkecuali,” tegasnya.

Arifah menekankan bahwa prinsip kesetaraan dalam aspek keselamatan harus menjadi fondasi dalam setiap kebijakan transportasi, sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang merasa terpinggirkan.

Selain meluruskan pernyataan, Kementerian PPPA kini memfokuskan perhatian pada penanganan korban dan keluarga terdampak. Upaya tersebut meliputi pendampingan psikologis bagi keluarga yang mengalami trauma, serta perlindungan bagi anak-anak yang kehilangan orang tua dalam peristiwa tersebut.

Pemerintah juga memastikan pemenuhan hak-hak anak, termasuk dukungan sosial dan perlindungan berkelanjutan bagi keluarga korban.

Lebih lanjut, Arifah mengajak masyarakat untuk tidak terjebak dalam perdebatan mengenai posisi gerbong, melainkan bersama-sama mendorong evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi publik. Ia menekankan pentingnya pembenahan sistemik guna memperkuat standar keamanan dan mencegah tragedi serupa di masa mendatang.

“Marilah kita berfokus pada penanganan korban dan perbaikan sistem keselamatan transportasi agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.

Sumber: Infopublik.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *