Ferizal Mukhtar Resmi Nyatakan Siap Maju sebagai Ketua Umum PB HMI MPO 2025–2027

Pendidikan281 Dilihat

Eranusanews.com Ferizal Mukhtar secara resmi menyatakan kesiapannya untuk mencalonkan diri sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) MPO periode 2025–2027. Dalam pernyataan resminya, Ferizal menegaskan bahwa pencalonan ini bukan sekadar keputusan pribadi, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan historis terhadap keberlangsungan gerakan keummatan dan kebangsaan yang telah menjadi ruh HMI.

Mengusung tema besar “HMI Berdikari — Bergerak Mandiri, Luhur Mengabdi,” Ferizal menjelaskan bahwa gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap situasi bangsa dan harapan agar HMI kembali meneguhkan jati dirinya sebagai organisasi yang mandiri secara ideologis, bebas dalam berpikir, dan kuat secara moral.

“‘Berdikari’ bukan hanya semboyan, melainkan jalan perjuangan. HMI tidak boleh menjadi perpanjangan kepentingan eksternal, tidak tunduk pada tekanan kekuasaan, dan tidak kehilangan arah gerakan,” tegasnya.

Ferizal juga menekankan pentingnya membangun kekuatan internal organisasi, terutama dengan memberdayakan kader secara substansial serta memimpin dengan nurani. Ia mengajak seluruh kader HMI untuk memperkuat nilai-nilai keislaman yang mencerahkan, semangat keindonesiaan yang membumi, dan intelektualitas yang membebaskan—sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan zaman.

“Mari kita perkuat solidaritas kader, ekonomi organisasi, dan tradisi keilmuan agar HMI tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tampil sebagai pemimpin dalam perubahan,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Ferizal mengajak seluruh kader, senior, dan sahabat HMI untuk memberikan doa, dukungan, kritik, dan masukan atas langkah yang diambilnya. Ia menegaskan bahwa perjuangan dalam HMI adalah perjuangan nilai, bukan sekadar perebutan posisi.

“Perjuangan di HMI adalah perjuangan nilai. Ini bukan soal jabatan, melainkan tentang bagaimana seorang kader terus mengasah diri untuk menjadi insan yang berilmu, beriman, dan berkomitmen pada cita-cita keislaman dan keindonesiaan,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *