Pertemuan Strategis di Istana Merdeka: Presiden Prabowo dan Menko Airlangga Bahas Perekonomian Nasional

Nasional837 Dilihat

Eranusanews.comPresiden Prabowo Subianto mengundang Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, untuk melakukan pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada hari Selasa (19/03/2025). Dalam kesempatan ini, Airlangga melaporkan perkembangan terbaru mengenai kondisi perekonomian nasional, rencana pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), serta berbagai kerja sama ekonomi internasional.

“Dalam pertemuan ini, kami menyampaikan informasi mengenai kondisi perekonomian dan rencana terkait kawasan ekonomi khusus. Bapak Presiden memberikan perhatian khusus pada KEK di Batang,” ucap Airlangga setelah pertemuan ketika berbincang dengan media.

Airlangga menjelaskan bahwa Presiden Prabowo memiliki fokus pada kerja sama program Two Countries Twin Parks antara Indonesia dan Fujian, Tiongkok. Kerja sama ini diharapkan dapat mendorong investasi industri di KEK Batang dengan jumlah investasi yang direncanakan mencapai Rp16 triliun.

“Pembicaraan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Bapak Presiden dengan Presiden Xi Jinping sebelumnya,” tambahnya.

Dalam laporan tersebut, Airlangga juga menginformasikan perkembangan KEK lainnya, termasuk di Nongsa dan Singhasari. Di Nongsa, akan dilakukan perluasan kawasan beserta rencana pengembangan beberapa pusat data (data center). Sementara di KEK Singhasari, King College’s telah beroperasi, dan ke depan akan bergabung Queen Mary sebagai bagian dari Russell Group.

Mengenai situasi perekonomian nasional, Airlangga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap solid. “Dari segi pertumbuhan ekonomi, situasi kita cukup baik. Inflasi hingga Februari juga terjaga pada level rendah dengan inflasi inti yang tetap positif,” jelas Airlangga.

Ia menambahkan bahwa indeks keyakinan konsumen PMI pada bulan Februari tercatat tinggi di angka 53,6, pertumbuhan kredit di bulan Januari mencapai 10,3 persen, dan cadangan devisa pada akhir Februari berada di level yang tinggi. Neraca perdagangan Indonesia hingga Februari 2025 juga menunjukkan surplus sebesar USD6,61 miliar, dengan nilai ekspor tertinggi mencapai USD14 miliar pada bulan tersebut.

Airlangga membandingkan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan negara lainnya dan menyatakan, “Pertumbuhan GDP kita masih kompetitif jika dibandingkan dengan Malaysia dan Chile. Inflasi kita tercatat sebagai salah satu yang terendah di ASEAN,” ujarnya.

Dalam pertemuan ini, Presiden Prabowo juga memberikan arahan mengenai optimalisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pembiayaan sektor produktif. Airlangga menyatakan bahwa akan dilakukan revisi terhadap keputusan presiden mengenai KUR yang melibatkan Menteri Koordinator Bidang Pangan dan Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat dalam komite terkait.

“Bapak Presiden mengarahkan agar komite ini difokuskan untuk meningkatkan pembiayaan usaha produktif,” ungkap Airlangga.

Terakhir, Airlangga juga melaporkan kemajuan dalam berbagai kerja sama perdagangan internasional. Di antaranya adalah persiapan untuk finalisasi perjanjian kerja sama dengan Eurasian Economic Union (EAEU) yang melibatkan Rusia, Armenia, Belarus, Kazakhstan, dan Kyrgyzstan.

Di samping itu, proses aksesi Indonesia ke dalam Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) juga menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut. “Dengan adanya akses ke CPTPP, diharapkan kita dapat membuka pasar di Meksiko, Kanada, Peru, dan Inggris,” tambah Airlangga.

Melalui berbagai capaian positif, pemerintah optimis bahwa perekonomian Indonesia akan terus tumbuh secara berkelanjutan meskipun di tengah berbagai tantangan global.

sumber;komdigi.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *